Wilayah Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau mulai dilanda kemarau dan kekeringan. Sudah dua pekan ini hujan tak turun mengakibatkan tanaman jagung terancam gagal panen.
Menghadapi musim kemarau ini, Polsek Pangkalan Kuras berinisiasi menyiram tanaman jagung dengan menggunakan mobil damkar. Kapolsek Pangkalan Kuras Kompol Rinaldi Parlindungan mengatakan upaya ini dilakukan untuk mengantisipasi gagal panen.
"Langkah cepat ini dilakukan agar pertumbuhan jagung tetap optimal di tengah minimnya curah hujan," kata Kompol Rinaldi, dalam keterangannya, Sabtu (13/6/2026).
Penyiraman difokuskan pada tanaman kuartal I yang sudah bertongkol dan kuartal II umur 1 bulan agar tidak stres air. Rencananya penyiraman akan diulang esok hari untuk menjaga kelembaban tanah sampai hujan turun normal.
"Karena saat ini belum hujan, Damkar dan Polsek hadir menurunkan air untuk jagung," imbuhnya.
Penyiraman dilakukan di lahan jagung seluas 12 hektare di Sialang Indah, Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan. Lahan jagung tersebut merupakan garapan kelompok tani binaan Polsek Pangkalan Kuras
"Jagung ini merupakan bagian dari program swasembada pangan nasional, tidak boleh layu karena kemarau. Saya instruksikan Bhabinkamtibmas dan KUD koordinasi dengan Damkar agar penyiraman rutin jalan. Dengan semangat 'Melindungi Tuah Menjaga Marwah', kita kawal dari tanam sampai panen. Petani tenang, pangan aman, itu tujuan kita," paparnya.
Jika tidak gagal, tanaman jagung ini siap panen pada Juli-September 2026. Kondisi kemarau ini mengakibatkan daun tanaman jagung menggulung karena kekurangan air.
Kegiatan ini membuktikan bahwa Polri tidak hanya hadir menjaga keamanan, tetapi juga mendukung penuh program pemerintah dalam menuju swasembada pangan nasional.
(mea/dhn)





