Jakarta: Club Corat-Coret, salah satu komunitas di Jakarta yang hadir sebagai ruang inklusif bagi siapa saja yang ingin berinteraksi melalui media gambar. Komunitas ini tidak menerapkan sistem workshop yang kaku, agar peserta bebas berkreasi tanpa adanya batasan.
Belajar teknik menggambar dilakukan melalui proses berbagi antaranggota secara organik. Berbeda dari kegiatan rutin di Taman Ismail Marzuki setiap dua minggu sekali, pada Minggu sore. Kali ini, Club Corat-Coret menggambar di dalam kereta MRT.
Peserta diajak melakukan commuting sambil menggambar penumpang lain dari stasiun Lebak Bulus hingga Bundaran HI. Menggambar di ruang publik yang sibuk menuntut kecepatan ekstra dari para peserta.
"Jujur untuk pertama kali ini Club Corat-Coret ngadain di stasiun MRT. Di dalam kereta MRT ini punya tantangan yang unik banget dan punya tantangan yang kita butuh menggambar yang presisi dengan waktu yang terbatas. Ditambah lagi dengan, aduh ini nggak tahu nih penumpangnya turun di mana, dan bisa aja tiba-tiba keluar dan gambarnya belum selesai," kata Founder Club Corat-Coret Yohanes Ginting, dalam program Metro Community, Sabtu, 13 Juni 2026.
Meskipun tantangannya sulit, para peserta semangat mengikuti kegiatan yang unik ini. Mereka bisa menggambar secara langsung, sehingga dapat menjadi pengalaman yang mengasyikkan bagi para peserta.
"Jujur lumayan sih, karena kita agenda hari ini tuh kayaknya bakal ngegambarin penumpang di mana ini tuh lebih ke urban sketching sebenarnya. Cuman aku ya lumayan tertantang sebenarnya," kata Septyan, anggota Club Corat-Coret.
Baca Juga :
Kolaborasi ini bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan stasiun MRT Jakarta sebagai ruang berbagai kegiatan komunitas. Kegiatan menggambar penumpang MRT dihadirkan untuk memberikan pengalaman menarik bagi pengguna MRT Jakarta.
Dengan berbagai macam latar belakang penumpang, kegiatan ini menjadi cara MRT untuk menghibur masyarakat yang sedang dalam perjalanan.
"Jadi kami memang melakukan hal ini untuk memberikan added value atau experience tambahan ke pelanggan MRT Jakarta karena kita tahu yang naik MRT Jakarta tuh ada yang abis kerja atau ada yang lagi hiburan atau jalan-jalan nah kita pengen ngasih added value tersebut," kata Stakeholder Relations Specialist MRT Jakarta Tania.
Bagi penumpang yang menjadi objek gambar mereka akan mendapatkan hasil karya berupa soft file secara langsung atau dapat diambil pada saat exhibition atau pameran di MRT Bundaran HI Bank DKI. Informasi terkait pameran dapat dipantau melalui akun media sosial resmi MRT Jakarta.
Kegiatan ini terbuka bagi semua orang, termasuk yang belum pernah memegang alat gambar. Untuk memudahkan pemula, Club Corat-Coret menyediakan kertas dan alat gambar gratis di setiap pertemuan.
Club Corat-Coret pun berharap Jakarta dapat menyediakan lebih banyak ruang publik yang inklusif bagi berbagai komunitas kreatif. Diharapkan melalui kolaborasi ini, mampu menciptakan stasiun MRT yang lebih inklusif dan memberikan pengalaman menyenangkan bagi masyarakat.




