Pertamina gunakan panel surya di kapal minyak untuk dekarbonisasi

antaranews.com
6 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) mengimplementasikan penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) pada Kapal Oil Barge (OB) Patra 2303 sebagai bagian dari upaya dekarbonisasi sektor maritim.

“Pemanfaatan energi surya yang dipadukan dengan baterai menunjukkan bahwa dedieselisasi tidak hanya dapat dilakukan di darat, tetapi juga di laut. Ini menjadi bukti bahwa Pertamina siap mendukung percepatan transisi energi,” kata Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis PT Pertamina Agung Wicaksono dalam keterangan resminya yang dikonfirmasi ANTARA dari Jakarta, Sabtu.

Inisiatif tersebut mampu menurunkan emisi kapal hingga 79,2 ton CO₂ per tahun serta menghemat konsumsi bahan bakar diesel sekitar 28,08 kiloliter per tahun.

Sejalan dengan itu, program energi bersih di kapal menjadi langkah nyata dalam memperkuat komitmen PTK terhadap operasional yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Plt. Direktur Utama PT Pertamina Trans Kontinental Eko Cahyadi menambahkan, aspek keselamatan menjadi perhatian utama sejak tahap perencanaan hingga pemasangan sistem di kapal.

Hal ini mengingat OB Patra 2303 merupakan kapal yang beroperasi mengangkut muatan minyak, sehingga membutuhkan standar keselamatan yang lebih tinggi dibandingkan instalasi pada fasilitas konvensional.

“Yang membuat proyek ini istimewa adalah pemasangan dilakukan pada kapal yang mengangkut muatan berbahaya. Karena itu, proses instalasi harus memenuhi standar keselamatan yang jauh lebih ketat,” ujarnya.

Baca juga: Pertamina NRE pacu dedieselisasi lewat PLTS di kapal angkut minyak

Baca juga: PLN EPI perkuat strategi dekarbonisasi dan transisi berkelanjutan

Implementasi PLTS pada kapal pengangkut minyak tersebut menjadi salah satu inovasi energi terbarukan di lingkungan Pertamina yang dilakukan dengan standar HSSE yang tinggi, sehingga mampu memastikan sistem beroperasi secara aman tanpa mengganggu aktivitas operasional kapal.

PLTS menerapkan sistem panel surya off-grid berkapasitas 11,5 kWp yang terintegrasi dengan Battery Energy Storage System (BESS) berkapasitas 32 kWh.

Berdasarkan estimasi, pemanfaatan energi transisi ini berpotensi mengurangi emisi hingga 79,2 ton CO₂ per tahun serta menghemat penggunaan diesel hingga 28,08 kiloliter per tahun.

Implementasi PLTS merupakan hasil sinergi antar entitas di lingkungan Pertamina. Kolaborasi antara PT Pertamina New & Renewable Energy (PNRE) sebagai pengembang solusi energi terbarukan, PTK sebagai operator armada, serta PIS sebagai subholding Integrated Marine Logistics Pertamina.

Baca juga: PT SBI tingkatkan pemanfaatan RDF untuk tekan emisi

Baca juga: COO Krakatau Steel: Energi bersih terjangkau kunci transisi baja hijau


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
3 Cara Cek Desil Bansos, Bisa Online hingga ke Kelurahan
• 16 jam laludetik.com
thumb
Biaya Isi Full Tank Avanza, Zenix hingga Fortuner Setelah Pertamax Naik
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
Ketika Sampah Disulap Menjadi Emas: Pengabdian Bhayangkara di Tanah Jawara Mengubah Limbah Menjadi Berkah
• 20 jam lalujpnn.com
thumb
Perbanas wakili Indonesia ke AUBL 2027 usai juara Campus League
• 58 menit laluantaranews.com
thumb
BPK Siap Serahkan Data Terkait Suap Audit Keuangan Pemkab Muara Enim ke KPK
• 15 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.