Grid.ID - Sarwendah dikabarkan kirim surat untuk ajak bertemu Ruben Onsu di tengah konflik mereka yang makin memanas. Kira-kira ada apa ya?
Belum lama ini, nama Sarwendah bak jadi buah bibir masyarakat Indonesia. Konfliknya dengan sang mantan suami pun menjadi bola liar di jagat maya. Namun, baru-baru ini ia dikabarkan ajak bertemu Ruben Onsu.
Bahkan, perangai ibu 2 anak itu dinilai berubah pasca bercerai dengan sang mantan suami. Tak hanya itu, cibiran pun terus berdatangan.
Kasus perseteruan antara Ruben dan Sarwendah ini pun berawal dari permasalahan anak dan nafkah. Ruben diketahui mogok mengirim uang untuk anak-anaknya.
Pasalnya, meski sudah rutin mengirim nafkah dengan nominal fantastis, Ruben mengaku kesulitan bertemu dengan kedua putrinya. Tentu hal ini menimbulkan kekecewaan yang cukup besar.
Bukan memperbaiki hubungan, keduanya justru sempat saling sindir di media sosial. Bahkan, kata-kata yang keluar dari mulut Sarwendah pun dinilai tak pantas.
Dikutip dari Kompas TV pada Sabtu (13/6/2026), Sarwendah sempat viral lantaran dirinya membahas mengenai nominal uang Rp200 juta yang menurutnya sangat mudah didapatkan. Tak hanya itu, publik pun menduga pernyataan itu ditujukan pada sang mantan suami, Ruben Onsu.
"Rp 200 juta itu berapa kali live sih, oh my God. Rp 200 juta apa sih, berapa sih Rp 200 juta,” ujarnya.
"Gue juga enggak butuh duit lo, an**ng!" lanjut dia.
Namun, baru-baru ini, Sarwendah dikabarkan mengajak Ruben Onsu bertemu. Ya, di tengah konflik itu, ibu dua orang anak itu ingin mengajak sang mantan suami duduk bersama.
Dikutip dari TribunSeleb pada Sabtu (13/6/2026), hal itu diungkap oleh kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang. Dirinya membenarkan bahwa mantan anggota Cherrybelle itu mengajak kliennya bertemu.
Ia mengungkap bahwa pihak Sarwendah telah mengirim surat untuk ajak bertemu Ruben Onsu. Dalam surat tersebut, berisi ajakan untuk melakukan pertemuan dan mendiskusikan terkait permasalahan yang telah menjadi konsumsi publik tersebut.
"Memang beberapa hari yang lalu kita mendapatkan surat dari kuasa hukumnya S, ya. Surat itu adalah surat untuk mencoba mengajak kami untuk duduk, membahas, membahas dan mendiskusikan hal-hal yang terkait peristiwa yang terjadi akhir-akhir ini dan juga," jelasnya,
Tak hanya itu, Minola juga mengatakan bahwa pihak Sarwendah ingin membahas terkait dengan akta 39 dalam perceraian mereka. Perlu diketahui, akta 39 adalah kesepakatan mengenai hak asuh anak dan pembagian harta.
"Surat itu bertemu untuk membicarakan bagaimana realisasi daripada Akta 39 gitu loh," jelasnya lagi.
Menurut Minola, ajakan dari pihak Sarwendah itu dinilai terlambat. Meskipun begitu, Minola tetap mengapresiasi ajakan tersebut.
"Baru sekarang ngomong Akta 39-nya, kan begitu. Nggak apa-apa, lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali," sambungnya.
Mengenai kapan waktu yang diagendakan untuk mereka bertemu, Minola mengungkap bahwa pihak S belum memberikan tanggal yang pasti. Namun, kedatangan surat itu membawa angin segar bagi kedua belah pihak.
"Hanya saja tidak ada waktu yang diberikan dalam dalam surat tersebut gitu loh. Mengajak ketemu tapi belum ada waktu yang mereka sampaikan sehingga artinya kan kami yang harus menyampaikan waktunya," jelasnya.
Tak hanya itu, Minola juga menyimpulkan bahwa pihaknya lah yang diminta untuk mengagendakan pertemuan tersebut. Kendati demikian, ia menjelaskan bahwa pihaknya kemungkinan baru bisa membuat jadwal pada bulan Juli mendatang.
"Kalaupun memang misalnya kami akan menyampaikan surat merespon surat rekan kami itu untuk bertemu, mungkin pertemuan itu baru terealisasi di sekitar bulan Juli," sambung dia.
"Ruben sendiri mengatakan dia tanggal 22 ini, berarti sekitar minggu depan itu juga dia sudah mulai umroh, ya. Jadi mungkin kalaupun memang misalnya kami akan menyampaikan surat merespon surat rekan kami itu untuk bertemu, mungkin pertemuan itu baru terealisasi di sekitar bulan Juli," lanjutnya. (*)
Artikel Asli




