Singgung Kesejahteraan Pilot Tempur, DPR Minta Kemhan Tambah Porsi Anggaran ke TNI AU

idxchannel.com
7 jam lalu
Cover Berita

Penambahan alokasi anggaran diperlukan, salah satunya untuk meningkatkan kesejahteraan pilot tempur.

Singgung Kesejahteraan Pilot Tempur, DPR Minta Kemhan Tambah Porsi Anggaran ke TNI AU

IDXChannel - DPR RI meminta Kementerian Pertahanan (Kemhan) meninjau ulang distribusi anggaran pertahanan. Menurutnya, alokasi anggaran untuk TNI Angkatan Udara (AU) perlu diperbesar.

"Semoga anggaran dari Kemenhan khususnya bisa didistribusikan lebih pada peningkatan untuk TNI Angkatan Udara," kata Anggota Komisi I DPR RI Nurul Arifin, Sabtu (13/6/2026).

Baca Juga:
Menhan Sjafrie Ajukan Tambahan Pagu Indikatif 2027  Rp195 Triliun

Nurul menilai penambahan alokasi anggaran diperlukan, salah satunya untuk meningkatkan kesejahteraan pilot tempur.

Menurut dia, pendapatan yang diterima pilot tempur saat ini belum sebanding dengan tanggung jawab dan risiko yang mereka emban dalam menjaga kedaulatan udara Indonesia.

Baca Juga:
Menhan Sebut Anggaran Kementeriannya Tak hanya untuk Pertahanan, juga untuk Bangun Jembatan

"Kami jelas berharap bahwa kesejahteraan pilot tempur juga dinilai dengan baik. Kalau ada peningkatan, karena menurut kami nilainya sangat kecil," kata Nurul.

Dia menyoroti besaran anggaran TNI AU yang dinilainya masih belum memadai. Ia menyebut pagu indikatif TNI AU hanya berkisar Rp11 triliun, dengan sekitar 60 persen di antaranya dialokasikan untuk belanja pegawai.

"Hanya 40 persen untuk yang lain-lainnya. Kalau membandingkan dengan luas wilayah Indonesia dan segala yang harus dilakukan, jumlahnya masih terlalu kecil," kata dia.

Di sisi lain, Nurul memastikan proses alih teknologi dan perawatan (maintenance) pesawat tempur baru TNI AU berjalan tanpa kendala berarti. Menurutnya, setiap pengadaan pesawat tempur telah disertai mekanisme transfer teknologi dan pengetahuan dari pihak produsen.

"Pesawat-pesawat yang dibeli, yang datang ke sini, masalah spare part dan maintenance-nya biasanya dilakukan alih teknologi dan knowledge dari pihak pabriknya," katanya.

Dia menjelaskan personel TNI AU yang bertugas di bidang perawatan telah memperoleh pelatihan langsung dari produsen pesawat. Karena itu, mereka dinilai mampu beradaptasi dengan cepat terhadap teknologi baru yang digunakan pada alutsista modern.

"Kalau pun ada teknologi baru, adaptasinya bisa cepat dilakukan. Tidak terlalu sulit karena mereka sudah terbiasa memegang peralatan termasuk pesawat-pesawat tempur yang ada," katanya.

(Nur Ichsan Yuniarto)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Iran Desak AS Penuhi Komitmen dalam Perundingan Tanpa Syarat
• 20 jam lalutvonenews.com
thumb
Polisi Bongkar Peredaran Obat Keras di Tangerang, 2 Pelaku Ditangkap
• 4 jam laludetik.com
thumb
Ikhtiar Lahir Batin, Pedagang Amalkan Doa Penglaris Dagangan Seperti Anjuran Nabi Sulaiman AS
• 6 jam laluviva.co.id
thumb
Populer: Pemprov DKI Padamkan Lampu Jakarta; Harga Telur Turun
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Rekomendasi Tempat Liburan Sekolah Anak yang Ada Karakter Pororonya, Simak Yuk Moms!
• 4 jam laluherstory.co.id
Berhasil disimpan.