Stok Beras RI Membeludak, Mentan Amran: Jangan Ada yang Mainkan Harga!

wartaekonomi.co.id
19 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Di tengah isu kenaikan harga dan kekhawatiran sebagian masyarakat soal pasokan pangan, pemerintah memastikan kondisi beras nasional justru sedang berada dalam posisi yang sangat kuat.

Stok beras melimpah, gudang-gudang penyimpanan penuh, bahkan cadangan yang dimiliki saat ini disebut sebagai yang tertinggi sepanjang sejarah Indonesia merdeka.

Karena itu, pemerintah memperingatkan keras pihak-pihak yang mencoba memainkan harga atau menciptakan kesan seolah terjadi kelangkaan beras di pasaran.

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang juga Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa tidak ada alasan bagi siapa pun untuk menyebut beras langka. Menurutnya, kondisi saat ini merupakan dampak positif dari keberhasilan swasembada beras yang berhasil dicapai Indonesia pada 2025.

"Beras kita melimpah. Jangan mempermainkan di lapangan karena kami sudah minta Satgas turun ke lapangan. Tidak ada yang langka. Tolong tidak ada pangan, khususnya beras, makanan pokok kita, langka," kata Amran dikutip dari laman resmi Bapanas. 

Untuk memastikan kondisi di lapangan tetap terkendali, Amran mengaku telah berkoordinasi dengan Satuan Tugas Pangan Kepolisian Republik Indonesia (Satgas Pangan Polri) guna melakukan pengawasan langsung di berbagai daerah.

Baca Juga: Harga Beras Naik, Lapangan Kerja Hilang: Rakyat Teriak Bangkrut

Menurutnya, pemerintah bersama aparat akan terus memantau distribusi dan harga pangan agar tidak ada pihak yang mengambil keuntungan dari situasi yang sebenarnya tidak terjadi.

"Kami bersama Satgas Pangan pantau seluruh Indonesia. Jangan dibuat langka. Tidak ada langka. Semua gudang kita penuh dengan beras sekarang ini. Stok sekarang 5,3 juta ton. Kemampuan gudang kita 3 juta ton. Kita sudah sewa 2,3 juta ton dan ini tertinggi selama merdeka," tambah Amran.

Besarnya stok beras nasional juga diperkuat oleh laporan internasional. Dalam Rice Outlook Mei 2026 yang dirilis oleh United States Department of Agriculture (USDA), produksi beras global periode 2025-2026 tercatat mengalami kenaikan dari 541,3 juta ton menjadi 542,8 juta ton.

Indonesia bahkan masuk dalam daftar negara dengan peningkatan produksi beras terbesar bersama Nigeria, Pantai Gading, dan Vietnam.

Namun dibandingkan negara-negara tersebut, Indonesia mencatat total produksi tahunan yang jauh lebih besar. Produksi beras Indonesia disebut telah menembus lebih dari 30 juta ton per tahun, sementara Nigeria berada di angka 5,9 juta ton, Pantai Gading 1,7 juta ton, dan Vietnam 26,2 juta ton.

Amran menilai capaian tersebut menjadi bukti bahwa kondisi pangan nasional saat ini berbeda dibandingkan beberapa tahun sebelumnya ketika stok Bulog rendah dan impor menjadi solusi utama saat harga mulai bergerak naik.

"Jadi kepada teman-teman pengusaha, jangan mempermainkan harga di lapangan. Kalau dulu, stok di Bulog hanya 1 juta ton kemudian harga naik, kesimpulannya impor. Sekarang berbeda. Kita surplus. Kita sudah swasembada," ungkap Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman.

Karena itu, ia kembali melontarkan peringatan keras kepada para pelaku usaha beras di seluruh Indonesia agar tidak mencoba mengambil keuntungan dengan memainkan distribusi maupun harga.

Baca Juga: Jurus Bapanas Redam Gejolak Harga pada Musim Kemarau: Injeksi 1 Juta Ton Beras ke Pasar

Amran menegaskan pemerintah telah bersepakat dengan Satgas Pangan serta jajaran Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus) di seluruh Indonesia untuk melakukan pengawasan ketat.

"Tolong sekali lagi, seluruh pedagang beras seluruh Indonesia, jangan mempermainkan harga. Kami sudah sepakat dengan Satgas Pangan, seluruh Dirkrimsus se-Indonesia. Kami putuskan kita pantau dan yang nakal kita tindak," tegas Amran.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sambil Memanjat Kantor Gubernur Jateng, Ratusan Mahasiswa Undip Teriakan Reformasi
• 17 jam lalurepublika.co.id
thumb
Tujuh Haji Bengkulu Menanti Proses Pemulangan di Tanah Suci
• 22 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Harga Obat Naik akibat Rupiah Melemah, YLKI Desak Kemandirian Farmasi
• 4 jam lalukompas.com
thumb
Jaringan Sabu Karawang-Bekasi Digulung, 3 Orang Ditangkap
• 9 jam laluliputan6.com
thumb
Harga Emas Antam di Pegadaian Naik Tipis pada 14 Juni 2026, UBS dan Galeri24 Bertahan Stabil
• 11 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.