Jangan Salah Beli, Ban Mobil Listrik Tak Sama dengan Mobil Bensin

kumparan.com
14 jam lalu
Cover Berita

Pemilik mobil listrik tidak bisa sembarangan memilih ban pengganti. Meski sekilas terlihat sama dengan ban mobil bermesin bensin, ban untuk kendaraan listrik dirancang untuk menghadapi karakter kerja yang berbeda.

Perbedaan tersebut mulai dari bobot kendaraan yang lebih berat, torsi instan yang lebih besar, hingga tuntutan efisiensi dan kenyamanan yang lebih tinggi. Karena itu, memilih ban yang sesuai menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga performa mobil listrik tetap optimal.

SOE Sales Manager Bridgestone, Ahmad Nuril, menjelaskan bahwa salah satu perbedaan utama antara mobil listrik dan mobil bermesin bensin terletak pada bobot kendaraan.

“Mobil listrik memiliki karakter yang berbeda dengan mobil bensin. Beban kendaraan yang lebih berat, memerlukan ban dengan kekuatan menopang beban lebih umumnya menggunakan extra load tire,” kata Nuril kepada kumparan, Rabu (10/6/2026).

Bobot yang lebih besar tersebut umumnya berasal dari baterai berkapasitas tinggi yang menjadi sumber tenaga utama kendaraan listrik. Karena itu, ban yang digunakan harus mampu menopang beban lebih besar dibandingkan kendaraan konvensional dengan ukuran serupa.

Selain faktor bobot, karakter tenaga mobil listrik juga menjadi tantangan tersendiri. Berbeda dengan mobil bensin yang menyalurkan tenaga secara bertahap, motor listrik mampu menghasilkan torsi maksimum secara instan sejak kendaraan mulai bergerak.

“Torsi instan menyebabkan ban lebih cepat aus, sehingga ban EV dibuat menggunakan kompon khusus agar lebih tahan aus,” katanya.

Artinya, penggunaan ban yang dirancang khusus untuk kendaraan listrik dapat membantu menjaga umur pakai ban agar tidak cepat habis akibat karakter akselerasi khas EV.

Tak hanya itu, faktor kenyamanan juga menjadi perhatian pabrikan ban. Minimnya suara mesin pada mobil listrik membuat suara yang berasal dari gesekan ban dengan jalan menjadi lebih mudah terdengar oleh penumpang.

“Kebisingan yang lebih terasa, sehingga ban yang sudah compatible dengan EV akan memiliki pola telapak yang lebih senyap dan dalam beberapa ban sudah menggunakan teknologi sponge tire dan ban untuk EV memiliki hambatan gulir rendah untuk jarak berkendara yang lebih jauh,” jelasnya.

Secara umum, terdapat beberapa karakteristik yang biasanya dimiliki ban yang dirancang untuk kendaraan listrik. Mulai dari kemampuan menahan beban lebih tinggi, tingkat kebisingan yang lebih rendah, hingga hambatan gulir (rolling resistance) yang lebih kecil untuk membantu menjaga efisiensi energi.

Beberapa produsen ban juga mulai memberikan penanda khusus seperti EV Ready atau teknologi tertentu yang memang dikembangkan untuk kendaraan listrik. Karena itu, pemilik kendaraan sebaiknya memperhatikan spesifikasi ban sebelum melakukan penggantian.

Menurut Nuril, penggunaan ban yang sesuai dapat membantu menjaga efisiensi dan kenyamanan berkendara. Sebaliknya, penggunaan ban konvensional pada mobil listrik berpotensi menimbulkan sejumlah konsekuensi.

“Pemakaian ban biasa di EV bisa menyebabkan umur ban lebih pendek, mobil lebih berisik, range baterai menurun,” katanya.

Meski demikian, bukan berarti mobil listrik tidak bisa menggunakan ban konvensional sama sekali. Namun pemilik kendaraan perlu memahami bahwa karakter ban tersebut mungkin tidak dirancang untuk menghadapi beban, torsi, serta kebutuhan efisiensi yang dimiliki kendaraan listrik.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
PNS Bisa Daftar, Kemenag Buka Seleksi Kepala Kanwil dan Kepala Biro PTKN
• 12 jam lalukompas.tv
thumb
Piala Dunia 2026: Hakan Calhanoglu Percaya Diri Turki Akan Dominasi Australia
• 22 jam lalukompas.tv
thumb
Warga Protes Pembongkaran Puluhan Tempat Pembuangan Sampah di Kota Jambi
• 8 jam lalukompas.id
thumb
Netanyahu Ketar-Ketir AS dan Iran Segera Berdamai, Ngotot Tel Aviv Tak Boleh Punya Nuklir
• 21 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Rutan di Sidoarjo Punya Sanksi Napi Baca Buku, Komisi XIII DPR Dukung
• 6 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.