Parah! 2 Lurah di Kendari Pesta Miras dan Open BO di Kantor Kelurahan

rctiplus.com
8 jam lalu
Cover Berita
Parah! 2 Lurah di Kendari Pesta Miras dan Open BO di Kantor KelurahanNasional | inews | Minggu, 14 Juni 2026 - 08:36

KENDARI, iNews.id – Tindakan tidak terpuji dilakukan dua oknum lurah di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Kedua pejabat pemerintah tersebut nyaris menjadi sasaran amukan massa setelah dipergoki warga sedang menggelar pesta minuman keras (miras) dan memesan wanita panggilan (open BO). Ironisnya, aksi itu dilakukan kedua lurah di dalam Kantor Kelurahan Poasia, Jumat (12/6/2026) malam.

Kedua oknum pejabat tersebut diketahui bernama Zakir Muhammadong (Lurah Poasia) dan Rachmat Aboe Kasim (Lurah Talia). Polisi yang menerima laporan segera tiba di lokasi kejadian untuk mengamankan kedua lurah dari kepungan warga yang telanjur emosi.

Peristiwa memalukan ini bermula saat Lurah Poasia, Zakir Muhammadong, meminta seorang pria untuk mencarikan dua wanita yang bisa menemani mereka minum miras sekaligus berhubungan badan. Dua wanita yang masing-masing berinisial CIS (21) dan ANI (18) kemudian datang ke lokasi setelah dipesan melalui aplikasi hijau, MiChat.

Baca Juga:Kebakaran Hebat di Medan, 3 Rumah dan Tempat Kos Ludes Dilalap Api

Namun, sesampainya di Kantor Kelurahan Poasia, situasi justru memanas. Kedua wanita tersebut terlibat adu mulut dan pertengkaran hebat dengan Lurah Poasia. Pemicunya, kedua wanita itu meminta uang bayaran di muka sebesar Rp700.000 per orang atau total Rp1,4 juta sebelum memberikan pelayanan.

Permintaan tersebut ditolak oleh Lurah Poasia yang saat itu hanya memberikan uang sebesar Rp200.000. Pertengkaran yang makin sengit dan berisik di dalam kantor kelurahan akhirnya memancing perhatian warga sekitar.

Mendengar adanya keributan di aset fasilitas negara pada malam hari, warga yang kesal langsung berbondong-bondong mendatangi dan mengepung Kantor Kelurahan Poasia. 

Emosi massa memuncak setelah mengetahui bahwa kantor pemerintah tersebut dijadikan tempat pesta miras dan prostitusi.

Kasat Reskrim Polresta Kendari, AKP Welliwanto Malau, membenarkan adanya insiden penggerebekan tersebut. Pihaknya bergerak cepat meredam situasi di lapangan agar tidak terjadi aksi main hakim sendiri oleh massa.

"Dua wanita ini dipesan dari aplikasi hijau MiChat," kata AKP Welliwanto Malau, Minggu (14/6/2026).

Baca Juga:Ibadah Misa Kenaikan Yesus Kristus di Gereja Katedral Berjalan Khidmat

Guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan dan demi kepentingan penyelidikan, malam itu juga Lurah Poasia, Lurah Talia, beserta kedua wanita panggilan langsung digiring ke Mapolresta Kendari untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

#regional

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kabar Baik! NTB Berlakukan Pemutihan Pajak Kendaraan 2026 Mulai 15 Juni, Simak Rinciannya
• 4 jam lalukompas.tv
thumb
ASC Padel Team Pasang Target Tinggi, Incar Prestasi di Turnamen Internasional
• 21 jam lalutvonenews.com
thumb
Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia Saat Asyik Nongkrong di Warung Kopi
• 18 jam laluberitajatim.com
thumb
KPK Hormati Putusan Hakim Terkait Vonis 11 Terdakwa Kasus K3 Kemnaker, Termasuk Hukuman untuk Noel 
• 1 jam lalutvonenews.com
thumb
Kepala BRIN Arif Satria Mendorong Periset Tingkatkan Kualitas Proposal demi Optimalkan Anggaran Riset Rp1,9 Triliun
• 11 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.