JAKARTA, DISWAY.ID - Provinsi Lampung dinilai sebagai garda lumbung pangan nasional di kawasan Sumatera.
Karena itu tak heran jika provinsi ini mendapatkan penghargaan Disway Top Regional Leader Awards 2026.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Kominfotik) Provinsi Lampung, Jajat Yanuar, yang mewakili Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, menyampaikan apresiasinya atas penghargaan yang diberikan dalam ajang Regional Leader Awards.
BACA JUGA:Sabet 2 Kategori Disway Top Regional Leader Awards 2026, Wali Kota Singkawang: Toleransi Fondasi Pariwisata
Menurutnya, penghargaan tersebut bukan sekadar bentuk pengakuan atas kinerja pemerintah daerah, melainkan juga sarana evaluasi dan introspeksi bagi pemerintah daerah dalam menjalankan pembangunan.
Ia menilai media memiliki peran penting dalam mengawal pembangunan daerah, sehingga penghargaan yang diberikan dapat menjadi motivasi untuk terus menghadirkan berbagai inovasi dan terobosan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Jajat menjelaskan bahwa di bawah kepemimpinan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dan Wakil Gubernur Jihan Nurlela, Provinsi Lampung memiliki posisi strategis sebagai salah satu lumbung pangan nasional.
BACA JUGA:Kabupaten Banyumas Raih Disway Top Regional Leader Awards 2026, Wakil Bupati Apresiasi Para Petani
“Lampung tercatat sebagai produsen padi terbesar keenam di Indonesia serta menjadi gerbang utama Pulau Sumatera di bagian selatan,” jelasnya kepada Disway di Hotel JW Marriott Jakarta, Kamis, 11 Juni 2026.
Selain padi, Lampung juga memiliki berbagai komoditas unggulan di sektor pertanian dan hortikultura.
Dengan sekitar 70 persen penduduk Lampung tinggal di wilayah pedesaan, pemerintah daerah menaruh perhatian besar pada sektor pertanian sebagai sumber utama penghidupan masyarakat.
BACA JUGA:Sabet 2 Kategori Disway Top Regional Leader Awards 2026, Wali Kota Singkawang: Toleransi Fondasi Pariwisata
Menurutnya, penguatan sektor tersebut menjadi salah satu cara efektif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan warga.
Komoditas yang menjadi fokus utama antara lain padi, jagung, dan ubi kayu atau singkong.
Untuk mendukung kesejahteraan petani, pemerintah daerah mengoptimalkan berbagai kebijakan, termasuk penerapan harga pembelian pemerintah (HPP) untuk gabah dan jagung sebesar Rp6.500 per kilogram.
- 1
- 2
- »





