VIVA – Timnas Swiss harus puas membawa pulang satu poin setelah kemenangan yang sudah di depan mata buyar secara dramatis pada laga perdana Grup B Piala Dunia 2026. Gol bunuh diri di masa injury time membuat Swiss ditahan imbang Qatar 1-1 di San Francisco Bay Area, Minggu 14 Juni 2026 dini Hari WIB.
Hasil ini tentu saja menyisakan penyesalan mendalam bagi skuad asuhan Murat Yakin. Bagaimana tidak, Swiss tampil dominan hampir sepanjang pertandingan dan menciptakan banyak peluang, tetapi gagal mengunci kemenangan.
Swiss membuka keunggulan lebih dulu pada menit ke-17 lewat eksekusi penalti Breel Embolo. Wasit menunjuk titik putih setelah Mahmoud Abunada melanggar Remo Freuler di area terlarang.
Setelah unggul, Swiss terus mengendalikan jalannya laga. Dan Ndoye beberapa kali mengancam pertahanan Qatar, sementara Michel Aebischer nyaris menggandakan keunggulan andai tembakannya tidak diblok tepat di garis gawang.
Secara statistik, Swiss tampil superior dengan total 26 tembakan sepanjang pertandingan. Namun dominasi tersebut justru menjadi sia-sia karena buruknya penyelesaian akhir.
Petaka datang saat pertandingan memasuki menit 90+4. Bek pengganti Miro Muheim, yang baru masuk di babak kedua, salah mengantisipasi umpan silang Homam Ahmed di bawah tekanan Boualem Khoukhi. Bola sundulannya justru meluncur ke gawang sendiri dan membuat Gregor Kobel tak berkutik.
Skor berubah menjadi 1-1, sekaligus menghapus kemenangan yang sudah di depan mata Swiss.
Pelatih Swiss, Murat Yakin, tak bisa menyembunyikan rasa kecewanya. Meski mengapresiasi permainan anak asuhnya, ia mengakui timnya kurang tajam dalam memanfaatkan peluang.
"Kami tidak perlu menyalahkan diri sendiri dalam hal cara kami bermain. Jika Anda melihat statistiknya, kami melakukan 26 tembakan hari ini tetapi kami hanya berhasil menghangatkan kiper," kata Yakin dikutip FIFA.
"Saya pikir kita perlu meningkatkan ketepatan dan kepercayaan diri kita. Cara kami bermain persis seperti yang saya bayangkan. Kami berada di posisi yang bagus, melakukan pergerakan yang bagus, dan menciptakan peluang bagus, tetapi pada akhirnya kami kurang klinis," sambungnya.
Nada kecewa juga terdengar dari kapten Swiss, Granit Xhaka. Menurutnya, timnya kehilangan ritme permainan pada momen-momen krusial.





