KOTA MAGELANG, DISWAY.ID - Pemerintah Kota Magelang terus memperkuat komitmen pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan melalui berbagai program yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat.
Upaya tersebut tercermin dari capaian pembangunan yang menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir, baik dari sisi pertumbuhan ekonomi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, maupun penurunan angka kemiskinan dan pengangguran.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Kota Magelang pada tahun 2025 mencapai 5,92 persen, meningkat dibandingkan tahun 2024 yang sebesar 5,56 persen.
Capaian tersebut juga berada di atas rata-rata Provinsi Jawa Tengah sebesar 5,37 persen maupun nasional sebesar 5,11 persen.
BACA JUGA:Tak Lagi Serang Usia Dewasa, Diabetes Tipe 2 hingga Hipertensi Kini Banyak Diidap Anak-anak
Di bidang pembangunan manusia, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Magelang terus meningkat dari 79,43 pada tahun 2021 menjadi 82,92 pada tahun 2025.
Sementara itu, tingkat kemiskinan berhasil ditekan dari 7,75 persen menjadi 5,68 persen dalam kurun waktu yang sama. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) juga turun signifikan dari 7,85 persen pada tahun 2021 menjadi 4,50 persen pada tahun 2025.
Wali Kota Magelang, H. Damar Prasetyono, mengatakan bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari pembangunan yang dirancang agar manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat tanpa terkecuali.
“Pembangunan tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari seberapa besar manfaatnya dirasakan oleh masyarakat." ujar Damar usai menerima penghargaan Disway Top Regional Leader Awards 2026 Kategori Penguat Perlindungan Sosial dan Kesejahteraan Warga, di J.W. Marriot Jakarta, Kamis (11/6/2026) .
"Karena itu, Pemerintah Kota Magelang berkomitmen memastikan setiap warga, mulai dari anak-anak hingga lansia, memperoleh akses yang sama terhadap pendidikan, kesehatan, dan berbagai program pemberdayaan,” tambahn Damar.
Salah satu program yang menjadi instrumen utama pembangunan inklusif di Kota Magelang adalah Program Pemberdayaan Masyarakat dan Pembangunan Infrastruktur (PRODAMAI).
Program ini dilaksanakan secara multisektoral dengan melibatkan berbagai perangkat daerah agar intervensi yang diberikan dapat menjangkau kebutuhan masyarakat secara lebih menyeluruh.
BACA JUGA:KAI Jadi Tolok Ukur Baru Pelayanan Publik Modern di Indonesia
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Magelang, Handini Rahayu, menjelaskan PRODAMAI dirancang untuk menyasar berbagai kelompok masyarakat sesuai kebutuhan masing-masing.
Menurutnya, PRODAMAI tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pembangunan manusia.
- 1
- 2
- »





