IHSG Melonjak 7,4% Sepekan, Danantara Sebut Pasar Mulai Merespons Fundamental RI

katadata.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG melonjak hingga 7,38% dalam seminggy terakhir. Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara Indonesia menilai kembalinya IHSG ke zona hijau menjadi sinyal positif meningkatnya kepercayaan investor terhadap prospek perekonomian nasional. 

Menurut Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia sekaligus Kepala BP BUMN Dony Oskaria, optimisme pasar itu mencerminkan keyakinan investor terhadap kuatnya fundamental ekonomi Indonesia serta kinerja perusahaan-perusahaan nasional.

“Kinerja yang baik tersebut membuat IHSG menguat cukup signifikan, termasuk rupiah yang juga menunjukkan penguatan,” ujar Dony usai Flag Off BTN Jakarta International Marathon di Monas, Jakarta, Minggu (14/6).

Dony mengatakan pergerakan pasar dalam jangka pendek memang rentan dipengaruhi berbagai sentimen. Namun, dalam jangka panjang, keputusan investasi akan lebih banyak ditentukan oleh kondisi fundamental perusahaan hingga suatu negara.

Menurutnya, emiten di Tanah Air, terutama BUMN masih memiliki fundamental yang solid di sejumlah sektor strategis. Ia menilai kondisi tersebut menjadi modal penting untuk terus meningkatkan nilai perusahaan sekaligus menjaga kepercayaan investor.

“Teman-teman bisa melihat bahwa fundamental perusahaan RI, baik perbankan, tambang, infrastruktur maupun perusahaan BUMN lainnya semuanya bagus,” ujar Dony.

Buyback Saham Perusahaan Pelat Merah

Selain itu Dony juga mendukung langkah pembelian kembali (buyback) saham oleh perusahaan-perusahaan BUMN. Menurutnya, aksi korporasi tersebut merupakan praktik yang wajar dilakukan ketika manajemen menilai harga saham di pasar belum mencerminkan nilai fundamental perusahaan yang sebenarnya.

Buyback itu sebetulnya proses yang normal. Kalau kita melihat saham kita terlalu rendah, tentu pasti kita ambil. Sayang kan daripada investasi di tempat lain, lebih baik kita investasi dengan saham kita sendiri,” kata Dony.



Dony optimistis kepercayaan investor terhadap Indonesia akan semakin kuat seiring solidnya fundamental ekonomi nasional dan transformasi perusahaan-perusahaan pelat merah itu.

“Kalau barang bagus, tentu sayang kalau tidak kami optimalkan,” ujar Dony.

Senada dengan itu, Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN), Nixon LP Napitupulu, menilai penguatan fundamental ekonomi perlu ditopang oleh pertumbuhan sektor riil, termasuk industri perumahan yang memiliki efek berganda (multiplier effect) besar terhadap perekonomian.

Nixon mengatakan BTN tetap optimistis menjaga laju pertumbuhan bisnis dengan mendorong permintaan masyarakat terhadap hunian melalui berbagai inovasi pembiayaan. Menurutnya, perseroan tidak hanya mengandalkan kondisi pasar, tetapi juga berupaya menciptakan permintaan agar sektor perumahan tetap bergerak dan masyarakat memiliki akses yang lebih luas untuk membeli rumah.

Di tengah dinamika ekonomi, BTN juga tetap membidik pertumbuhan secara prudent melalui ekspansi kredit yang sehat serta penguatan kualitas aset.

“Kita masih percaya pertumbuhan bisa tetap dijaga. Segala cara kita pikirkan agar masyarakat tetap bisa memiliki rumah,” tambah Nixon.




Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemprov DKI Jakarta Revitalisasi Kota Tua, Bakal Hadirkan Jalur Trem Listrik
• 3 jam lalukompas.tv
thumb
Kereta Panoramic Kian Populer, KAI: Jumlah Penumpang Melonjak 62,32%
• 14 jam lalubisnis.com
thumb
Berkah Rejeki Piala Dunia 2026, Omset Pedagang di Papua Melesat Drastis Hingga Tembus Jutaan Dalam Sehari
• 5 jam lalugrid.id
thumb
Situs SPMB SMA Jabar Lumpuh Tak Bisa Diakses, Calon Siswa di Cirebon Panik
• 8 jam lalurctiplus.com
thumb
Konsolidasi Kekuatan di Jawa Barat, Perindo Targetkan Basis Kemenangan dan Model Nasional
• 4 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.