JAKARTA, DISWAY.ID - Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Dr. Piprim Basarah Yanuarso mendukung rencana pemerintah memasukkan skrining hepatitis dalam program Cek Kesehatan Gratis (CKG).
Menurut Piprim, skrining hepatitis kronis seperti hepatitis B memang penting dilakukan untuk mendeteksi kasus sejak dini.
BACA JUGA:Ruben Onsu Repost Video Giorgio Antonio Bikin Konten di Rumahnya, Netizen: CEO Diroasting yang Punya Rumah
Namun, hasil pemeriksaan harus diikuti dengan penanganan yang terukur agar program tidak berhenti hanya pada tahap pemeriksaan.
"Jangan sampai kita lakukan skrining, kemudian anak yang sudah ketemu itu mau diapakan. Next program-nya juga harus jelas seperti apa. Jangan sampai hanya gimmick, skrining, skrining, skrining, tiba-tiba ketika sudah ketemu kita nggak tahu mau diapain gitu," kata Piprim di Ragunan, Minggu, 14 Juni 2026.
Ia menegaskan bahwa pelaksanaan skrining perlu melibatkan para pakar agar hasil pemeriksaan dapat ditindaklanjuti secara optimal.
IDAI, kata dia, siap bekerja sama dengan pemerintah untuk mendukung penanganan pasien yang ditemukan melalui program skrining tersebut.
BACA JUGA:Tak Lagi Serang Usia Dewasa, Diabetes Tipe 2 hingga Hipertensi Kini Banyak Diidap Anak-anak
"Kami IDAI siap bekerja sama menindaklanjuti hasil skrining-nya seperti apa. Jangan sampai kemudian mubazir sudah dilakukan skrining mahal-mahal, ketika ketemu hasilnya tidak ada tindak lanjut yang maksimal buat pasiennya," tegasnya.
"Kami mendukung skrining kesehatan gratis, tetapi harus dengan tujuan yang terukur, targetnya seperti apa, dan tatalaksana habis skrining itu juga mesti ada," sambungnya.
Terkait pencegahan hepatitis pada anak, Piprim menjelaskan bahwa hepatitis A maupun hepatitis B dapat dicegah melalui imunisasi. Khusus hepatitis B, vaksin diberikan sejak bayi baru lahir untuk mencegah infeksi yang berpotensi menimbulkan masalah kesehatan jangka panjang saat dewasa.
"Begitu anak dilahirkan biasanya diberikan suntik vitamin K dan vaksin hepatitis B. Tujuannya untuk mencegah penyakit hepatitis B yang kemudian bisa menjadi masalah ketika dewasa," jelasnya.
Karena itu, ia menekankan pentingnya memastikan cakupan imunisasi dasar tetap tinggi sebagai salah satu langkah utama mencegah penularan hepatitis pada anak.





