Jakarta, VIVA – Menghemat BBM atau bahan bakar minyak tidak selalu harus dilakukan dengan mengubah gaya mengemudi atau mengurangi penggunaan kendaraan. Banyak mobil modern saat ini sudah dibekali berbagai fitur yang dirancang untuk membantu meningkatkan efisiensi bahan bakar.
Sayangnya, tidak sedikit pemilik kendaraan yang belum memanfaatkan fitur-fitur tersebut secara maksimal. Akibatnya, potensi penghematan BBM yang sebenarnya bisa diperoleh justru terlewatkan.
Disadur VIVA Otomotif dari Slashgear, Minggu 14 Juni 2026, salah satu fitur yang paling umum ditemui adalah mode berkendara hemat atau Eco Mode. Saat fitur ini diaktifkan, sistem kendaraan akan mengatur respons pedal gas dan transmisi agar bekerja lebih efisien. Akselerasi menjadi lebih halus sehingga konsumsi bahan bakar dapat ditekan.
Pada beberapa mobil, fitur Eco Mode juga mengoptimalkan kerja pendingin udara atau AC agar tidak membebani mesin secara berlebihan. Hal ini dapat membantu menjaga efisiensi, terutama saat digunakan dalam perjalanan sehari-hari di perkotaan.
Fitur lain yang cukup membantu adalah indikator eco driving atau eco indicator. Biasanya, fitur ini ditampilkan pada panel instrumen dan memberikan informasi apakah gaya berkendara pengemudi sudah efisien atau belum.
Dengan memantau indikator tersebut, pengemudi dapat menyesuaikan cara menginjak pedal gas maupun menjaga putaran mesin agar tetap berada pada rentang yang lebih hemat bahan bakar.
Bagi mobil yang sudah dilengkapi cruise control, fitur ini dapat dimanfaatkan saat berkendara di jalan tol. Cruise control membantu menjaga kecepatan kendaraan tetap konstan sehingga mesin tidak perlu terus-menerus berakselerasi dan mengurangi kecepatan.
Kecepatan yang stabil umumnya membuat konsumsi BBM menjadi lebih efisien dibandingkan ketika pengemudi sering mengubah laju kendaraan. Namun, fitur ini sebaiknya digunakan pada kondisi jalan yang lengang dan aman.
Ada pula fitur auto start-stop yang kini mulai banyak digunakan pada mobil modern. Sistem ini akan mematikan mesin secara otomatis ketika kendaraan berhenti beberapa saat, misalnya saat lampu merah, lalu menyalakannya kembali ketika pengemudi siap melaju.
Meski demikian, efisiensi bahan bakar tidak hanya bergantung pada teknologi kendaraan. Kondisi lalu lintas perkotaan yang padat, pengendara yang berpindah jalur secara tiba-tiba, hingga sepeda motor yang sering menyelip dari berbagai arah kerap memaksa pengemudi melakukan akselerasi dan pengereman berulang.





