JAKARTA, KOMPAS.TV — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperbarui informasi potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus (Cb) di wilayah Indonesia untuk periode 15 hingga 21 Juni 2026.
Informasi tersebut merupakan produk prakiraan cuaca penerbangan yang dihasilkan berdasarkan model cuaca numerik untuk memetakan potensi sebaran pertumbuhan awan Cumulonimbus selama tujuh hari ke depan.
Awan Cumulonimbus merupakan jenis awan konvektif yang dapat berkaitan dengan fenomena cuaca signifikan seperti hujan lebat, petir, angin kencang, hingga penurunan jarak pandang.
Baca Juga: BMKG Prediksi Hujan Guyur Hampir Seluruh Jakarta Hari Ini 14 Juni, Jaksel Berpotensi Disertai Petir
Karena itu, keberadaan awan ini menjadi salah satu parameter yang diperhatikan dalam pemantauan kondisi atmosfer.
Dalam peta prakiraan BMKG, potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus dibagi menjadi tiga kategori berdasarkan persentase cakupan spasial maksimum, yakni Isolated CB (ISOL), Occasional CB (OCNL), dan Frequent CB (FRQ).
Kategori ISOL menunjukkan cakupan area kurang dari 50 persen, OCNL menunjukkan cakupan antara 50 hingga 75 persen, sedangkan FRQ menunjukkan cakupan area lebih dari 75 persen.
Tiga Wilayah Masuk Kategori FrequentBerdasarkan hasil pemodelan cuaca terbaru, terdapat tiga wilayah yang masuk kategori Frequent (FRQ) dengan persentase cakupan spasial awan Cumulonimbus lebih dari 75 persen untuk periode 15-21 Juni 2026.
Ketiga wilayah tersebut seluruhnya berada di kawasan perairan, yaitu:
- Laut Jawa bagian timur;
- Samudra Hindia barat Lampung;
- Selat Malaka bagian tengah.
Kategori Frequent menunjukkan potensi cakupan awan Cumulonimbus yang lebih luas dibandingkan kategori lainnya.
Baca Juga: BMKG Peringatkan Hujan Petir Hari Ini Minggu 14 Juni, Medan hingga Palembang Perlu Waspada
Penulis : Rizky L Pratama Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Kompas TV
- BMKG
- awan Cumulonimbus
- prakiraan cuaca Juni 2026
- cuaca Indonesia
- Laut Jawa
- Selat Malaka





