Pantau - Anggota Komisi V DPR RI Sudjatmiko, menyoroti sejumlah aspek penting dalam pembangunan Kompleks Sekolah Rakyat di Kabupaten Bekasi.
Hal tersebut disampaikan Sudjatmiko usai melakukan kunjungan kerja ke lokasi pembangunan Sekolah Rakyat yang menjadi salah satu program strategis pemerintah untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu.
Dalam peninjauannya, Sudjatmiko menemukan adanya deviasi pekerjaan yang dinilai perlu segera ditangani agar tidak menghambat target pembangunan.
“Kami melihat masih terdapat deviasi pekerjaan yang perlu segera dimitigasi. Karena itu, saya mendorong dilakukan review desain secara menyeluruh agar pelaksanaan proyek dapat berjalan lebih efisien dan tepat waktu,” ujarnya dalam keterangan pers, Minggu (14/6/2026).
Ia menilai, deviasi pekerjaan yang mencapai sekitar 20 persen harus menjadi perhatian serius, terutama terkait pola subkontrak dan pengelolaan arus kas proyek agar progres pembangunan tetap berjalan optimal.
Selain aspek konstruksi, Sudjatmiko juga menekankan pentingnya pengelolaan lingkungan di kawasan sekolah.
Menurutnya, pembangunan embung harus dibarengi dengan sumur resapan untuk menjaga keseimbangan air tanah dan mencegah kerusakan fasilitas di masa mendatang.
“Kalau hanya membuat tampungan air tanpa memperhatikan recharge air tanah, dalam jangka panjang bisa menimbulkan persoalan,” katanya.
Legislator PKB itu juga meminta agar desain bangunan mengutamakan keselamatan anak, khususnya bagi siswa sekolah dasar yang membutuhkan pengawasan ekstra.
“Kelas maupun asrama harus dirancang aman. Jangan sampai ada celah yang dapat membahayakan anak-anak,” tegasnya.




