Grid.ID - Viral seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) memaki dan menghina seorang kurir paket. BKPSDM Kabupaten Ogan Ilir membongkar status kepegawaian wanita tersebut tersebut.
Viral isi percakapan antara Riyanti dengan seorang kurir paket. Mulanya, Riyanti menghubungi seorang kurir kargo melalui WhatsApp untuk menanyakan alamat kantor ekspedisi karena ingin mengembalikan paket.
Namun, muncul kesalahpahaman antara keduanya. Kurir meminta Riyanti mengirimkan foto resi pengembalian barang, sedangkan Riyanti yang bingung justru mengirimkan foto resi pengiriman paket yang sudah ia terima.
Kesalahpahaman inilah yang memicu perdebatan antara keduanya. Bahkan Riyanti disebut sampai memaki dan menghina kurir paket tersebut.
Melansir Kompas.com, seorang aparatur sipil negara atau ASN Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, buka suara setelah isi percakapannya dengan seorang kurir paket viral di media sosial. ASN tersebut diketahui bernama Riyanti Ardila.
Ia menjadi sorotan setelah diduga memaki kurir paket bernama Bayu melalui percakapan WhatsApp. Dalam percakapan yang beredar, Riyanti melontarkan kata-kata tidak pantas dan menyinggung soal kemiskinan.
Percakapan antara Riyanti dan Bayu bermula saat Riyanti menanyakan alamat kantor perusahaan jasa pengiriman barang. Namun, komunikasi melalui WhatsApp itu berujung selisih paham.
Dalam tangkapan video yang beredar, Riyanti terdengar dan terlihat melontarkan ucapan bernada merendahkan kepada kurir tersebut. "Kalau pintar, kamu tidak jadi kurir anj***," kata Riyanti dalam tangkapan video yang diterima, Jumat (12/6/2026).
Selain pesan tertulis, beredar pula rekaman suara yang diduga berisi ucapan Riyanti. Dalam rekaman itu, ia menyinggung statusnya sebagai PNS dan menyebut soal kemiskinan.
"Saya begini-begini PNS ya. Kalau kurir ya kurir aja, pola pikir miskin. Memang kamu pantas jadi kurir selamanya, miskin selamanya," ucap Riyanti.
Baca Juga: Kasus Pesta Gay di Karawang Viral di Medsos, Dedi Mulyadi Siapkan Solusi dengan Opsi Masuk Barak Militer
Saat dikonfirmasi, ia mengakui adanya percakapan tersebut. Namun, Riyanti menyebut ada pihak yang memviralkan komunikasi antara dirinya dan kurir paket itu. Ia menjelaskan, persoalan tersebut terjadi karena dirinya merasa dipermainkan saat menanyakan lokasi kantor jasa pengiriman.
"Intinya persoalan kemarin karena saya merasa dipermainkan. Sementara saya tidak tahu sama sekali lokasi kurir itu," kata Riyanti melalui pesan WhatsApp.
Sementara itu, dilansir dari Sripoku.com, status aparatur sipil negara (ASN) yang melekat pada Riyanti Ardila, wanita yang viral usai memaki dan menghina seorang kurir paket di Indralaya, Ogan Ilir, Sumsel akhirnya terungkap. Riyanti diketahui bukan berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) seperti yang diklaimnya dalam percakapan yang beredar, melainkan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Ogan Ilir.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Ogan Ilir, Wilson Effendi, membenarkan status kepegawaan Riyanti tersebut.
“Bukan, bukan PNS. Yang bersangkutan tercatat sebagai PPPK di Dinas Damkar,” kata Wilson saat dikonfirmasi, Sabtu (13/6/2026).
Wilson mengatakan pihaknya akan meminta klarifikasi kepada pimpinan instansi tempat Riyanti bertugas untuk mengetahui duduk persoalan yang sebenarnya.
“Kami akan minta klarifikasi dari Kepala Dinas Damkar, sebab kami juga baru mendapat informasi dari wartawan. Nanti biar Pak Kadis melakukan pembinaan terlebih dahulu,” ujarnya.
Meski bukan PNS, Wilson menegaskan bahwa PPPK dan PNS sama-sama merupakan bagian dari Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terikat aturan disiplin dan etika dalam menjalankan tugas maupun berinteraksi di ruang publik. (*)
Artikel Asli




