HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAROS — Menteri Haji dan Umrah RI Mochamad Irfan Yusuf berkunjung ke rumah salah satu jemaah haji asal Maros yang meninggal di Makkah, Haji Sangkala Bin Manrulu Tonga di Dusun Lekoala, Desa Borikamase, Kecamatan Maros Baru, Kabupaten Maros, Minggu, 14 Juni 2026.
Dalam kunjungannya itu, nampak Menteri Haji dan Umrah itu didampingi langsung Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sulawesi Selatan, Ikbal Ismail, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Maros, Ahmad Ihyadin dan Bupati Maros, AS Chaidir Syam.
Disana dia menyempatkan duduk berbincang dengan keluarga besar almarhum Haji Sangkala.
Kedatangan mereka pun disambut hangat oleh anak beserta kerabat dekat Haji Sangkala.
Menteri Haji dan Umrah RI Mochamad Irfan Yusuf mengatakan kunjungannya ini sebagai bentuk penghormatan dan tanggungjawabnya terhadap keluarga almarhum jemaah haji yang wafat di tanah suci.
“Saya juga meminta kepada Kepala Kantor Haji di seluruh Indonesia, untuk bertakziah kepada semua keluarga jemaah haji yang wafat di tanah suci. Ini sebagai bentuk perhatian kami,” ungkapnya.
Alhamdulillah hari ini saya bisa ke sini untuk memberikan doa sekaligus penguatan pada keluarganya, sambungnya.
“Saya didampingi Pak Bupati Maros dan alhamdulillah semuanya bisa berjalan dengan baik,” katanya.
Diakuinya hingga saat ini sudah ada ratusan jemaah haji yang dilaporkan wafat di Makkah. Angkanya masih rendah dibanding musim haji tahun lalu.
“Laporan terakhir itu ada sekitar 290an. Itu masih di bawah tahun lalu, tapi kami juga agak khawatir karena beberapa hari terakhir ini jumlahnya sedikit meningkat,” kata pria yang akrab disapa Gus Irfan ini.
Meski demikian pihaknya juga terus memantau kondisi kesehatan jemaah haji yang berada di arab saudi.
Bahkan ia juga telah menginstruksikan kepada petugas haji untuk meningkatkan pengawasan. Terutama ditengah cuaca panas ekstrem yang terjadi di Arab Saudi.
“Jadi kepada teman-teman di sana, saya minta untuk benar-benar mengantisipasi cuaca yang panas. Hari ini saya dengar cuaca disana mencapai sekitar 45 derajat celcius. Sehingga teman-teman yang menjaga para jemaah kita di sana harus meningkatkan kewaspadaan. Apalagi jemaah kita banyak lansia,”ungkapnya.
Sampai saat ini, kata dia, proses pemulangan jemaah haji Indonesia ke Tanah Air terus berlangsung.
Dimana hingga kini hampir 50 persen jemaah haji Indonesia telah kembali ke Indonesia dan sisanya akan dipulangkan secara bertahap.
Sementara itu Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Maros, Ahmad Ihyadin mengatakan almarhum Haji Sangkala merupakan warga Dusun Lekoala, Desa Borikamase, Kecamatan Maros Baru yang tergabung dalam kloter 20.
Dia menjelaskan almarhum telah mengalami gangguan kesehatan sejak dalam perjalanan menuju Tanah Suci.
“Sejak di pesawat saat keberangkatan, beliau sudah mengalami gangguan pada paru-paru. Dua hari terakhir sebelum meninggal, beliau juga mengalami penurunan nafsu makan,” jelasnya.
Meski demikian, kata dia, pihak keluarga dan rekan sesama jamaah terus memberikan semangat agar kondisi almarhum membaik, mengingat jadwal kepulangan ke Tanah Air yang sudah semakin dekat.
“Rencananya, jamaah kloter ini akan kembali ke Indonesia besok, Senin, 15 Juni. Namun, takdir berkata lain,” katanya.
Pihak Kemenhaj Maros juga telah melakukan langkah awal dengan mengunjungi almarhum sejak beberapa waktu lalu. Pihak Kemenhaj Maros turun langsung menyampaikan kabar duka, saat Haji Sangkala dilaporkan meninggal dunia di Makkah Minggu, 7 Juni lalu sekitar pukul 14.24 waktu Makkah.(rin)





