PPPK Mulai Bertumbangan, PP Dana Pensiun Belum Juga Terbit

jpnn.com
4 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Desakan agar PP Dana Pensiun segera diterbitkan terus disuarakan forum PPPK. Pasalnya, belum ada tanda-tanda regulasi turunan UU 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara terbit.

Ketua Forum Komunikasi PPPK (FKPPPK) Jawa Timur Nurul Hamidah mengungkapkan keprihatinannya karena banyak PPPK yang sudah pensiun tidak mendapatkan apa-apa. Begitu juga PPPK yang meninggal akibat kecelakaan, sakit, melahirkan, dan lain-lain.

BACA JUGA: 5 Besar Pemda Belanja Pegawai Tertinggi, Masalah PPPK Ada Solusi

"Saya sudah kehilangan 15 orang, sedih rasanya karena mereka tidak dapat pensiun, sedangkan mereka punya anak-anak yang harus dibiayai," terangnya.

Dia menambahkan, selama ini perjuangan PPPK hanya mengharapkan adanya regulasi yang benar-benar berpihak.

BACA JUGA: Banyak PPPK Paruh Waktu Belum Dibayar Hingga Juni, Gaji ke-13 Makin Jauh

Kalau pada UU ASN sudah sangat jelas, maka FKPPPK memohon PP yang terkait nasib PPPK segera diterbitkan tanpa mengulur-ulur waktu 

PPPK yang semestinya mendapatkan perhatian segera mengingat usia semakin mendekati masa pensiun, tidak bisa segera merasakan berlakunya regulasi baik PP dana pensiun, masa kontrak sampai pensiun.

BACA JUGA: Jumlah PPPK dan P3K PW Lumayan Banyak, Pemda Enggak Kesulitan

Begitu juga bagi PPPK paruh waktu butuh regulasi agar bisa menikmati PPPK penuh waktu. Tidak sedikit pula PPPK paruh waktu yang akan mendekati batas usia pensiun (BUP).

"Mereka keburu pensiun, tetapi pemerintah dan DPR RI belum ada tanda-tanda menyegerakan dan mendorong ke arah itu (menerbitkan regulasi)," ujar Nurul.

Pemerintah dan DPR RI seharusnya melihat pengabdian mereka yang sudah tercurah untuk lembaga dan mendidik anak bangsa. Selayaknya di masa tuanya mereka mendapatkan perhatian dari pemerintah.

Jika PP dana pensiun PPPK, kontrak kerja disamakan sampai BUP, peralihan PPPK paruh waktu menjadi PPPK penuh waktu terealisasi, Nurul yakin ini menjadi nilai plus bagi pemerintah di tengah maraknya kritikan pedas masyarakat kepada pemerintah.

Nurul mengaku tetap berupaya meyakinkan rekan-rekannya bahwa DPR RI maupun pemerintah masih memiliki hati nurani untuk memperhatikan nasib guru dan tenaga kependidikan di tanah air.

"Bapak Presiden, tolong wujudkan mimpi dan harapan kami para guru Indonesia untuk hidup sejahtera, bekerja nyaman, dan status jelas menuju Indonesia emas," pungkas Nurul Hamidah. (esy/jpnn)


Redaktur : Djainab Natalia Saroh
Reporter : Mesyia Muhammad


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
WNA Australia Dideportasi Setelah Terbukti Menyalahgunakan ITAS Investor untuk Kelola Penginapan di Dompu
• 18 jam lalupantau.com
thumb
Menteri LH Sebut 700 Ribu Hektare Mangrove Perlu Dipulihkan
• 6 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Tempat Wisata Favorit Anak yang Murah di Jakarta
• 10 jam lalubeautynesia.id
thumb
Antusiasme Warga Tinggi! PRJ Kemayoran Tetap Ramai Pengunjung | JURNAL NUSANTARA
• 10 jam lalukompas.tv
thumb
Drone Ukraina Serang Wilayah Rusia, Satu Orang Tewas dan Fasilitas Minyak Terbakar
• 1 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.