Jakarta, ERANASIONAL.COM – Ketua Harian Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Ahmad Ali menanggapi wacana penyematan jaket partai kepada Presiden RI ke-7 Joko Widodo (Jokowi).
Menurutnya, prosesi tersebut pada dasarnya hanya bersifat simbolis.
Ahmad Ali menilai kedekatan Jokowi dengan PSI sebenarnya sudah terlihat dari berbagai pernyataan dan sikap politik yang disampaikan dalam sejumlah kesempatan.
Karena itu, ia berpendapat keberadaan Jokowi di lingkaran PSI tidak semata ditentukan oleh seremoni penggunaan atribut partai.
Ia menyinggung sejumlah agenda PSI sebelumnya, termasuk Kongres di Solo dan Rapat Kerja Nasional di Makassar, di mana Jokowi disebut menyatakan kesiapan membantu kerja politik partai hingga ke tingkat kecamatan.
Menurut Ahmad Ali, pernyataan tersebut dapat dipahami sebagai sinyal bahwa Jokowi telah menunjukkan kedekatan yang kuat dengan PSI.
Dalam kesempatan itu, Ahmad Ali juga menanggapi kritik terhadap rencana safari politik Jokowi ke berbagai daerah.
“Aktivitas tersebut merupakan hal yang lumrah dilakukan oleh tokoh nasional,”ujar Ahmad Ali.
Ia membandingkan agenda tersebut dengan kegiatan politik yang juga kerap dilakukan tokoh-tokoh lain di Indonesia dan menegaskan bahwa kunjungan semacam itu bukan sesuatu yang luar biasa dalam dinamika politik.
“Polemik yang muncul lebih disebabkan oleh cara sebagian pihak memandang aktivitas politik Jokowi secara berlebihan,”tuturnya.
Sebelumnya, Wakil Ketua Dewan Pembina PSI Grace Natalie menyampaikan bahwa Jokowi direncanakan akan segera mengenakan jaket PSI secara resmi sebagai Ketua Dewan Pembina partai.
Grace menjelaskan saat ini PSI sedang mempercepat pembentukan dan penyempurnaan struktur organisasi hingga tingkat desa dan kelurahan di berbagai daerah sebagai bagian dari persiapan menghadapi tahapan verifikasi partai.
“Konsolidasi tersebut dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia agar ketika proses selesai, Jokowi dapat tampil secara formal sebagai bagian dari struktur partai dan ikut menyapa masyarakat secara langsung,”ucap Grace.
Menurut Grace, persiapan organisasi di Nusa Tenggara Timur sejauh ini menunjukkan perkembangan yang positif.
Meski demikian, masih terdapat sejumlah aspek yang perlu disempurnakan sebelum agenda kunjungan Jokowi dilaksanakan. []




