REPUBLIKA.CO.ID, Banyak orang bertanya-tanya mengapa doa yang dipanjatkan berulang-ulang belum juga dikabulkan. Pertanyaan serupa pernah diajukan warga Basrah kepada ulama sufi terkemuka, Syekh Ibrahim bin Adham. Menurut dia, tidak dikabulkannya doa bukan semata-mata karena kurangnya permohonan, melainkan karena adanya kerusakan hati dan perilaku yang menjauhkan seseorang dari Allah SWT.
Syekh Ibrahim kemudian menguraikan sepuluh perkara yang menjadi penghalang terkabulnya doa. Dikisahkan suatu ketika pada masa lalu di kota Basrah (kini bagian dari negara Irak), seorang alim ulama bernama Syekh Ibrahim bin Adham lewat di pasar kota Bashrah. Banyak orang berkumpul mengelilingi Syekh Ibrahim bin Adham.
Baca Juga
Menkes Ungkap Harga Obat-obatan akan Naik Imbas Dolar AS dan Harga Minyak
Vinicius Selamatkan Brasil, Laga Sengit Kontra Maroko Berakhir Imbang 1-1
Pertamina Cetak UMKM Penggerak, Dorong Ekonomi Kerakyatan
Orang-orang yang berkumpul itu berkata, "Wahai Abu Ishaq (Syekh Ibrahim bin Adham), mengapa doa kami tidak dikabulkan?" Syekh Ibrahim bin Adham yang biasa dipanggil Abu Ishaq menjawab, "Karena hati kamu mati disebabkan sepuluh perkara."
Kemudian, Syekh Ibrahim bin Adham menjelaskan sepuluh hal penyebab doa tidak dikabulkan. Pertama, kamu mengetahui Allah, akan tetapi kamu tidak melaksanakan hak-Nya. Kedua, kamu nyatakan bahwa kamu mencintai Rasulullah SAW (Nabi Muhammad SAW), akan tetapi kamu meninggalkan sunahnya.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Ketiga, kamu membaca Alquran, akan tetapi kamu tidak mengamalkannya. Keempat, kamu makan nikmat Allah, akan tetapi kamu tidak bersyukur. Kelima, kamu katakan bahwa setan itu musuh kamu, tapi kamu tidak menentangnya.
Keenam, kamu katakan bahwa surga itu benar, tapi kamu tidak berusaha untuk mendapatkannya. Ketujuh, kamu katakan bahwa neraka itu benar, akan tetapi kamu tidak lari darinya. Kedelapan, kamu katakan bahwa kematian itu benar, akan tetapi kamu tidak mempersiapkan diri untuknya. Kesembilan, kamu bangun tidur, kamu sibuk dengan aib orang lain dan kamu lupa dengan aib kamu. Kesepuluh, kamu mengubur mayat, akan tetapi kamu tidak mengambil pelajaran darinya.