Komunitas Desak MRT Jakarta Hubungkan Penumpang dengan Aktivitas Budaya Kota Tua

jpnn.com
6 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Kehadiran proyek pembangunan MRT Jakarta rute Lebak Bulus hingga Kota diharapkan membawa dampak besar di luar sektor transportasi.

Fasilitas publik ini dinilai berpotensi kuat menjadi jembatan informasi untuk memperkenalkan sejarah panjang, budaya, dan komunitas lokal yang hidup di kawasan Glodok dan Kota Tua.

BACA JUGA: Peringati Hari Lansia Nasional, MRT Jakarta Libatkan 24 Lansia Jadi Petugas Stasiun

"Diharapkan MRT ini tidak hanya sekadar transit buat turun naik penumpang, tetapi juga memperkenalkan kawasannya ini ada apa saja dan juga komunitas-komunitas lokalnya," kata Gregorius Jasson, kontributor komunitas Gang-gangan, dalam diskusi Uncovering Glodok di Kota Tua Jakarta, Minggu.

Menurut Jasson, MRT berpotensi menjadi media informasi publik yang menghubungkan penumpang dengan berbagai aktivitas budaya di sekitar kawasan stasiun.

BACA JUGA: Pramono Gratiskan MRT, LRT, Hingga Transjakarta Saat Lebaran

Informasi tersebut dapat berupa sejarah kawasan, agenda komunitas, hingga berbagai destinasi budaya yang dapat dikunjungi masyarakat.

Dia mencontohkan sejumlah kota di luar negeri, yang memanfaatkan ruang-ruang publik di stasiun dan kawasan transit sebagai sarana memperkenalkan identitas wilayah kepada pengunjung.

BACA JUGA: Study UK Hadir di MRT Jakarta, Kenalkan Peluang Studi di Inggris

"Salah satunya Malaysia, mereka memberikan informasi sejarah pecinan, termasuk di setiap gang dan di MRT, mereka ada instalasi sejarah," ucap dia.

Jason mengatakan keberadaan informasi mengenai komunitas lokal juga dapat mendorong masyarakat untuk berinteraksi lebih dekat dengan kawasan yang dikunjungi, sehingga perjalanan menggunakan transportasi publik tidak sebatas berpindah tempat.

Sementara itu, pendiri Yayasan Kota Tua Jakarta Dodi Riadi Darwis mengatakan pengenalan budaya lokal dinilai penting mengingat kawasan Glodok dan Kota Tua memiliki sejarah panjang dalam perkembangan Jakarta.

"Kawasan tersebut menyimpan beragam warisan budaya, mulai dari tradisi masyarakat China, kuliner khas, hingga bangunan bersejarah yang masih bertahan hingga saat ini," kata Dodi.

Dodi menyoroti kuliner di Kota Tua yang beragam dan menjadi ciri khas, mulai dari kopi es Tak Kie, kue keranjang hingga kue mangkok.

Dalam akhir diskusi tersebut, disimpulkan bahwa peningkatan akses transportasi menuju kawasan bersejarah perlu diiringi dengan penguatan kesadaran masyarakat terhadap nilai-nilai budaya yang ada di dalamnya.

Pengembangan MRT Jakarta menuju kawasan Kota, Glodok, dan Kota Tua diharapkan tidak hanya menjadi tujuan transit, tetapi juga ruang untuk mengenal kearifan lokal dan sejarah yang membentuk wajah Jakarta hingga saat ini.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta masih memprioritaskan penyelesaian proyek MRT Lebak Bulus-Kota yang ditargetkan rampung pada awal 2029.(antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Budianto Hutahaean


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tren Baru Gaya Hidup Digital, Kini Belanja Elektronik dan Solar Panel Makin Fleksibel
• 10 jam lalutabloidbintang.com
thumb
AI Bisa Jadi Guru di Dunia Kerja
• 3 jam laluviva.co.id
thumb
Operasi Gabungan di Tanjung Priok, 2 Aparat Ditangkap Selundupkan Ratusan Satwa Endemik Papua
• 9 jam laluokezone.com
thumb
Laporan Media: UEA Cairkan Miliaran Dolar untuk Iran agar Tak Jadi Sasaran Serangan
• 15 jam laluokezone.com
thumb
Kejutan Australia, Hajar Turki dan Tempel AS di Klasemen Grup D Piala Dunia 2026
• 12 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.