Penyesuaian Harga Pertamax Harus Dipandang Bijak, Akademisi Beri Sejumlah Catatan

idxchannel.com
8 jam lalu
Cover Berita

Penyesuaian harga Pertamax sebesar 32 persen dalam satu waktu merupakan lonjakan yang cukup tajam dan berpotensi mendorong perubahan perilaku masyarakat.

Penyesuaian Harga Pertamax Harus Dipandang Bijak, Akademisi Beri Sejumlah Catatan. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel – Kenaikan harga Pertamax pada 10 Juni 2026 dinilai sebagai langkah yang semestinya dipandang secara bijak dalam konteks penyesuaian harga keekonomian BBM nonsubsidi. Dosen Senior Fakultas Ekonomi, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, Dr. Antonius Budisusila, mengatakan keputusan ini diambil karena adanya tekanan berlapis yang dihadapi sektor energi, mulai dari kenaikan harga minyak dunia, kondisi geopolitik yang belum berakhir, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

“Menurut saya, kenaikan harga Pertamax ini bisa dipahami sebagai langkah penyesuaian terhadap harga keekonomian BBM nonsubsidi. Tekanannya datang dari beberapa sisi sekaligus, yakni harga minyak global, pelemahan nilai tukar rupiah. Dalam situasi seperti ini, pemerintah dan Pertamina tentu berusaha menjaga agar tekanan subsidi agar tidak semakin membesar,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (14/6/2026).

Baca Juga:
Komisi VI DPR Akan Panggil Pertamina, Waspadai Migrasi Konsumen dari Pertamax ke Pertalite

Namun demikian, Antonius memberikan catatan di mana pemerintah perlu melakukan komunikasi publik secara empatik, pendekatan harus dilakukan harus mengedepankan kejujuran, konsistensi, dan berbasis data.

“Serta memberi kepastian tindakan, akuntabel, dialogis, adil, dan terbuka terhadap evaluasi,” kata Antonius.

Baca Juga:
Kenaikan Harga Pertamax Berisiko Memicu Pembengkakan Fiskal

Kemudian, Antonius mengingatkan bahwa persoalan tidak berhenti pada pertimbangan ekonomi semata.

Penyesuaian harga Pertamax sebesar 32 persen dalam satu waktu merupakan lonjakan yang cukup tajam dan berpotensi mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam menggunakan BBM, termasuk potensi migrasi konsumsi dari Pertamax ke Pertalite yang harus diimbangi dengan pengawasan.

Baca Juga:
Menakar Efek Domino Kenaikan Pertamax, Waspadai Inflasi Tiga Bulan ke Depan

“Pemerintah diharapkan dapat mencermati dampak lanjutan dari kebijakan tersebut agar tidak semakin menggerus daya beli masyarakat dan memperlambat laju konsumsi rumah tangga sebagai penggerak utama ekonomi nasional,” kata dia.

PT Pertamina Patra Niaga menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax dan Pertamax Green 95. Kenaikan tersebut mulai berlaku pada Rabu (10/6/2026).

Berdasarkan penyesuaian terbaru, harga Pertamax (RON 92) naik dari Rp12.300 per liter menjadi Rp16.250 per liter. Sementara Pertamax Green 95 naik dari Rp12.900 per liter menjadi Rp17.000 per liter. Pertamina menyatakan penyesuaian harga dilakukan mengikuti regulasi yang berlaku untuk BBM nonsubsidi.

(NIA DEVIYANA)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ramadhipa raih kemenangan pertamanya di Moto3 Junior 2026 Portugal
• 8 menit laluantaranews.com
thumb
Skotlandia Awali Piala Dunia 2026 dengan Kemenangan 1-0 atas Haiti
• 16 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
IDAI dukung tindak lanjut program skrining hepatitis
• 14 jam laluantaranews.com
thumb
Pemerintah Dorong Kemandirian Susu Nasional untuk Kurangi Impor dan Perkuat Ketahanan Pangan
• 9 jam lalupantau.com
thumb
Oli Samping Aroma ‘Stroberi’ Kini Pakai Formulasi Baru
• 8 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.