Mensos: Tidak Boleh Ada Siswa "Titipan" di Sekolah Rakyat pada Tahun Ajaran Baru

kompas.com
4 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyatakan tidak boleh ada titipan dari pihak manapun dalam penentuan calon siswa Sekolah Rakyat pada tahun ajaran baru mendatang.

Karena program ini hanya diperuntukkan bagi keluarga tidak mampu.

Saifullah dalam kegiatan "Open House" dengan orang tua calon siswa SR mengatakan hal itu sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, bahwa tidak boleh ada suap menyuap, bayar membayar hingga titipan dalam menentukan siswa SR.

"Tidak boleh ada titipan, menteri tidak boleh, gubernur tidak boleh, bupati wali kota juga tidak boleh. Yang boleh sekolah di sini adalah mereka yang memang memiliki kriteria dijangkau oleh petugas," kata dia di Sentra Abiseka Rumbai, Pekanbaru, Minggu (14/6/2026).

Baca juga: Temui Dudung, Mensos Lapor Jumlah Murid Sekolah Rakyat Bertambah

Dia mengatakan, sekolah rakyat diperuntukkan bagi keluarga yang belum beruntung, tidak mampu.

Secara sosial ekonomi berada pada Desil atau tingkat kesejahteraan I atau II.

Sekolah Rakyat lanjutnya menjangkau mereka yang tidak sekolah, belum sekolah, putus sekolah dan yang berpotensi putus sekolah.

Petugas menjangkau mereka dan diajak bicara orangtuanya setuju atau tidak anaknya ditempatkan di SR.

"Kalau sudah setuju maka akan ditetapkan oleh kepala daerah lalu diteruskan ke kementrian untuk ditetapkan secara resmi sebagai siswa Sekolah Rakyat," imbuhnya.

Baca juga: Dukung Pemerataan Akses Pendidikan, WIKA Percepat Pembangunan Sekolah Rakyat di 4 Wilayah Jateng

Oleh karena itu, ia meminta semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan sekokah Rakyat agar benar-benar bekerja dengan baik.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Kepada para kepala sekolah, guru, tenaga pendidikan yang lain agar bisa bekerja dengan empati, penuh kasih sayang, dan bekerja dengan hati namun menggunakan pedoman pedoman resmi yang sudah diberikan.

"Saya gembira perjalanan selama 11 bulan proses pembelajaran terlihat kemajuan prestasi siswa. Paling tidak bisa dilihat dari pendapat orangtua siswa,maupun kita lihat anak-anak siswa sekolah rakyat semakin percaya diri, lebih disiplin, lebih sehat dan yang penting punya semangat memggapai cita-cita, " kata Saifullah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemprov DKI Bantah CCTV Bundaran HI Mati Saat Aksi Demonstrasi Mahasiswa
• 16 jam laluokezone.com
thumb
Kejutan Terjadi di Piala Dunia 2026! Skotlandia Langkahi Brasil dan Maroko usai Taklukkan Haiti 1-0
• 14 jam laluviva.co.id
thumb
Jangan Salah Beli, Ban Mobil Listrik Tak Sama dengan Mobil Bensin
• 19 jam lalukumparan.com
thumb
Jaringan Sabu Karawang-Bekasi Digulung, 3 Orang Ditangkap
• 15 jam laluliputan6.com
thumb
Folarin Balogun Memimpin Sementara Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026 Usai Cetak Dua Gol untuk Amerika Serikat
• 11 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.