Tergiur Iklan Medsos, Pemuda Asal Garut Jadi Korban Penipuan Loker ABK di Muara Angke

jpnn.com
2 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Aksi penipuan berkedok lowongan kerja kembali memakan korban. Kali ini, seorang pemuda asal Garut, Jawa Barat, berinisial DS, 24, terjebak modus perekrutan ilegal untuk posisi Anak Buah Kapal (ABK) kapal cumi di Muara Angke, Jakarta Utara.

Korban yang tergiur iklan pekerjaan di media sosial itu melapor ke polisi setelah menemukan adanya ketidaksesuaian informasi terkait kasbon dan biaya kerja yang dibebankan kepadanya.

BACA JUGA: Roger Danuarta dan Cut Meyriska Turut Diperiksa Terkait Kasus Penipuan Hanania

“Aksi penipuan itu dilakukan para pelaku dengan modus iklan lowongan kerja (loker) yang dipasang di media sosial,” kata Kanit Reskrim Polsek Kawasan Sunda Kelapa, Iptu Indra Basuki di Jakarta, Minggu.

Ia mengatakan dalam iklan lowongan kerja tersebut, tertera gaji pokok senilai Rp 1,2 juta dan nantinya pekerja akan mendapatkan persentase tambahan dari hasil tangkapan cumi dan ikan saat berlayar.

BACA JUGA: Ke Indonesia, Empat Warga Tiongkok Ternyata Sindikat Penipuan

Ia menambahkan jenis pekerjaan yang ditawarkan memancing cumi, gaji pokoknya Rp 1,2 juta dengan bonus tambahan sebesar Rp8.000/Kg cumi, ikan campur Rp5.000/Kg dan tenggiri Rp7.000/Kg.

Dalam iklan tersebut juga tertera iming-iming kontrak tanda tangan sehari sebelum berlayar dan diberikan kasbon senilai Rp 4-5 juta untuk orang di rumah calon anak buah kapal (ABK) atau untuk pegangan para calon ABK.

BACA JUGA: Kasus Penipuan Modus Asmara di Sukoharjo Melibatkan 11 WNA

Melihat adanya loker tersebut, korban tertarik hingga akhirnya mengirim lamaran kerja sebagai ABK kapal cumi.

Selanjutnya korban DS datang mess pekerja di kawasan Muara Angke, Jakarta Utara. Korban bertemu dengan A, pengurus mess calon ABK.

Namun saat tiba di mess pekerja, kecurigaan DS mulai muncul. Uang yang dijanjikan dirinya ternyata tidak sesuai dengan apa yang ditawarkan pihak agen kapal sebelumnya.

"Pelapor merasa kecewa karena tidak adanya transparansi soal uang kasbon di awal. Sepengetahuan pelapor bahwa potongan kasbon hanya untuk biaya beli rokok, ternyata ada potongan untuk makan, travel dan sponsor," kata dia.

Selain itu, ponsel milik korban DS juga disita pihak mess. Korban yang tak terima hingga melaporkan ke layanan 110.

"Setelah mendapatkan laporan dari call center 110, Polres Pelabuhan Tanjung Priok menghubungi piket Opsnal Reskrim Polsek Kawasan Sunda Kelapa untuk segera melakukan pengecekan TKP," katanya.

Ternyata benar ditemukan bahwa adanya calon ABK kapal cumi yang merasa ditipu info loker di kapal muara Angke dan muara baru melalui iklan di akun media sosial Facebook.

"Kami akhirnya membawa pelapor dan pemilik mess ke Polsubsektor Muara Angke untuk dimintai keterangan," kata dia

Kemudian kedua belah pihak sepakat untuk menyelesaikan masalah secara kekeluargaan. Terkait biaya travel, biaya makan, dan biaya tiket kapal pelni ke DOBO ditanggung oleh pemilik mess.

"Pelapor akhirnya dikembalikan ke keluarga dan dijemput oleh keluarga," katanya.

Sementara Unit Reskrim Polsek Kawasan Sunda Kelapa terus melakukan penyelidikan kasus penipuan dengan modus loker di media sosial.(antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Budianto Hutahaean


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
DPR Minta Dana BOS Dievaluasi Usai Kepala Sekolah di Sulsel Ramai-ramai Mundur
• 4 jam lalubisnis.com
thumb
Kepala BGN Minta Masyarakat Lebih Cermat Terima Informasi soal MBG
• 22 jam laluidxchannel.com
thumb
Bisnis Jastip Kian Diminati, Manfaatkan Diskon & Produk Eksklusif PRJ | JURNAL NUSANTARA
• 8 jam lalukompas.tv
thumb
Borneo FC Menatap Musim Depan Bersama Pelatih Baru, Dandri Dauri Refleksi Perjalanan di Dunia Sepak Bola: Terus Bersyukur!
• 9 jam lalubola.com
thumb
Balas Dendam, Iran Bakal Serang Perusahaan Elon Musk di Timur Tengah
• 9 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.