Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Indonesia membidik peningkatan investasi dari Uni Emirat Arab (UEA) guna memperkuat rantai pasok nasional hingga ketahanan pangan.
“Indonesia menyambut baik komitmen UEA dan pelaku usaha global seperti Louis Dreyfus Company untuk memperluas kerja sama ekonomi di Indonesia. Kami mendorong peningkatan investasi yang mendukung hilirisasi, ketahanan pangan, dan penguatan rantai pasok nasional,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Minggu.
Airlangga mengatakan UEA merupakan salah satu mitra strategis Indonesia di kawasan Timur Tengah.
Menurut dia, implementasi Indonesia-United Arab Emirates Comprehensive Economic Partnership Agreement (I-UAE CEPA) dapat semakin meningkatkan arus perdagangan dan investasi kedua negara.
Pemerintah juga menegaskan dukungannya terhadap keberlangsungan dan pengembangan kegiatan bisnis perusahaan-perusahaan asal UEA yang telah beroperasi di Indonesia, termasuk Louis Dreyfus Company yang sudah hadir selama 25 tahun.
Sementara itu, Duta Besar UEA untuk Indonesia Abdulla Salem Al Dhaheri menyampaikan apresiasi atas hubungan bilateral kedua negara yang terus berkembang positif.
“UEA melihat Indonesia sebagai mitra penting di Kawasan Asia Tenggara dan terbuka untuk memperluas kolaborasi di berbagai sektor ekonomi,” kata Abdulla.
Dalam pertemuan tersebut, UEA juga menyampaikan sejumlah komitmen investasi strategis. Abu Dhabi Export (ADEX) disebut telah menyatakan komitmen investasi dengan fokus pada penguatan ketahanan pangan nasional.
Komitmen tersebut dinilai mencerminkan kepercayaan UEA terhadap potensi sektor pangan dan agribisnis Indonesia, sekaligus memperkuat kemitraan ekonomi jangka panjang antara kedua negara.
Selain sektor pangan, kerja sama juga diarahkan pada pengembangan infrastruktur. Abu Dhabi Ports (ADP) menyatakan kesiapan untuk mendukung pengembangan bandar udara di Bali melalui pelaksanaan studi kelayakan.
Pemerintah Indonesia dan UEA sepakat menjaga intensitas komunikasi bilateral guna memastikan berbagai komitmen investasi dapat direalisasikan secara efektif.
Kedua negara juga berkomitmen memperkuat sinergi investasi, memberikan kepastian usaha bagi investor strategis, serta mempercepat implementasi proyek-proyek prioritas yang mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
“Indonesia menyambut baik komitmen UEA dan pelaku usaha global seperti Louis Dreyfus Company untuk memperluas kerja sama ekonomi di Indonesia. Kami mendorong peningkatan investasi yang mendukung hilirisasi, ketahanan pangan, dan penguatan rantai pasok nasional,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Minggu.
Airlangga mengatakan UEA merupakan salah satu mitra strategis Indonesia di kawasan Timur Tengah.
Menurut dia, implementasi Indonesia-United Arab Emirates Comprehensive Economic Partnership Agreement (I-UAE CEPA) dapat semakin meningkatkan arus perdagangan dan investasi kedua negara.
Pemerintah juga menegaskan dukungannya terhadap keberlangsungan dan pengembangan kegiatan bisnis perusahaan-perusahaan asal UEA yang telah beroperasi di Indonesia, termasuk Louis Dreyfus Company yang sudah hadir selama 25 tahun.
Sementara itu, Duta Besar UEA untuk Indonesia Abdulla Salem Al Dhaheri menyampaikan apresiasi atas hubungan bilateral kedua negara yang terus berkembang positif.
“UEA melihat Indonesia sebagai mitra penting di Kawasan Asia Tenggara dan terbuka untuk memperluas kolaborasi di berbagai sektor ekonomi,” kata Abdulla.
Dalam pertemuan tersebut, UEA juga menyampaikan sejumlah komitmen investasi strategis. Abu Dhabi Export (ADEX) disebut telah menyatakan komitmen investasi dengan fokus pada penguatan ketahanan pangan nasional.
Komitmen tersebut dinilai mencerminkan kepercayaan UEA terhadap potensi sektor pangan dan agribisnis Indonesia, sekaligus memperkuat kemitraan ekonomi jangka panjang antara kedua negara.
Selain sektor pangan, kerja sama juga diarahkan pada pengembangan infrastruktur. Abu Dhabi Ports (ADP) menyatakan kesiapan untuk mendukung pengembangan bandar udara di Bali melalui pelaksanaan studi kelayakan.
Pemerintah Indonesia dan UEA sepakat menjaga intensitas komunikasi bilateral guna memastikan berbagai komitmen investasi dapat direalisasikan secara efektif.
Kedua negara juga berkomitmen memperkuat sinergi investasi, memberikan kepastian usaha bagi investor strategis, serta mempercepat implementasi proyek-proyek prioritas yang mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.





