Profil Wonderkid Maroko Ayyoub Bouaddi: Rela Membelot dari Timnas Prancis, Bikin Frustasi Brasil

harianfajar
2 hari lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Wonderkid Maroko Ayyoub Bouaddi yang baru berusia 18 tahun adalah pembelot. Dia sempat membela Prancis U-21, kini menjadi sosok kunci dalam skuad Maroko di Piala Dunia 2026. Keputusan Bouaddi pindah kewarganegaraan dari Prancis ke Maroko membuka babak baru dalam kariernya. Sinarnya makin terang kala Maroko menahan imbang Brasil dan membuat frustrasi pemain lawan.

Pada 31 Maret 2026, Bouaddi masih mengenakan seragam Prancis U-21 saat berlaga melawan Islandia dan berhasil membawa timnya unggul 2-1.

Namun, hanya sebulan setengah kemudian, tepatnya 15 Mei 2026, Federasi Sepak Bola Maroko (FRMF) mengumumkan bahwa Bouaddi resmi menjadi bagian dari tim nasional Maroko setelah FIFA menyetujui perpindahan kewarganegaraan sang pemain.

“FRMF telah membidik Bouaddi sejak lama, terutama setelah ia memecahkan rekor sebagai pemain termuda yang tampil di Liga Champions Eropa,” jelas perwakilan federasi saat mengumumkan perpindahan tersebut.

Setelah mendapatkan paspor Maroko, Bouaddi langsung menjalani debutnya dalam laga uji coba melawan Burundi sebagai pengganti. Dalam pertandingan selanjutnya melawan Madagaskar dan Norwegia, ia sudah dipercaya sebagai starter.

Meski awalnya tidak disebut sebagai pemain inti untuk laga melawan Brasil, Bouaddi justru menjadi pilihan utama pelatih Mohamed Ouahbi. Pemuda berambut gondrong ini tampil sebagai gelandang yang tenang dan garang saat bertahan, serta gemilang dalam membantu serangan. Keberadaannya membuat lini tengah Maroko menjadi sangat solid.

“Bouaddi benar-benar jadi bintang kecil yang terang di tengah lapangan,” kata pelatih Mohamed Ouahbi saat memberikan komentar usai pertandingan.

Ketika Achraf Hakimi melakukan akselerasi, Bouaddi dengan sigap mengisi posisi yang ditinggalkan. Hal ini membuat lini tengah Brasil yang jauh lebih berpengalaman dibuat kelimpungan menghadapi tekanan Maroko.

Menurut catatan ESPN, Bouaddi melakukan 87 sentuhan bola, tertinggi di pihak Maroko, dan memenangkan sembilan duel, hanya kalah dari Hakimi yang memenangkan sebelas duel. Statistik ini menunjukkan betapa vitalnya peran Bouaddi dalam skema permainan tim.

“Bouaddi adalah pahlawan bayangan Maroko yang perannya mungkin tidak langsung terlihat, tetapi sangat penting dalam menjaga keseimbangan dan kekuatan tim,” beber analis sepak bola yang mengikuti pertandingan tersebut.

Walaupun Vinicius Junior ditetapkan sebagai pemain terbaik dalam laga itu, Bouaddi berhasil menjadi karang kokoh yang meredupkan lini tengah Brasil dengan kemampuannya menyerap energi lawan.

Masa Depan Cerah untuk Bouaddi

Keputusan Bouaddi memilih Maroko bukanlah pilihan mudah, mengingat ia lahir di Prancis dari orang tua keturunan Maroko dan sempat membela Prancis di level U-21. Namun, pendekatan intensif dari FRMF yang menjanjikan tempat di Piala Dunia 2026 menjadi faktor penentu.

Pada musim 2024/2025, Bouaddi telah mencuri perhatian dunia saat tampil membela LOSC Lille melawan Real Madrid di Liga Champions dengan status pemain termuda, berusia 16 tahun tiga hari.

“Kami yakin Bouaddi akan menjadi aset besar bagi Maroko di masa depan,” pungkas pelatih Mohamed Ouahbi menegaskan harapannya terhadap sang pemain muda.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Terjadi Rata-Rata 67 Gempa Susulan Tiap 3 Jam Usai Gempa Palu Magnitudo 6,7
• 7 jam lalubisnis.com
thumb
Ramalan Zodiak Hari Ini, Rabu 17 Juni 2026: Scorpio Bernasib Mujur, Leo Diminta Lebih Santai
• 3 jam lalutabloidbintang.com
thumb
SDA Jakut rampungkan perbaikan tujuh jembatan di Kali Bokor
• 5 jam laluantaranews.com
thumb
Zodiak Paling Disiplin yang Selalu Punya Rencana dan Tujuan
• 23 jam lalubeautynesia.id
thumb
Serangan 172 Drone Ukraina dalam Semalam Tak Berhasil Tembus Rusia
• 3 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.