Sufmi Dasco Ahmad Wakil Ketua DPR RI mengapresiasi langkah Bank Indonesia (BI) memperluas penggunaan mata uang lokal pada transaksi internasional, guna memperkuat posisi rupiah dan mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS.
Menurut Dasco, upaya tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Bilateral Currency Swap Arrangement (BCSA) antara Perry Warjiyo Gubernur Bank Indonesia dan Pan Gongsheng Gubernur People’s Bank of China (PBOC).
“Kesepakatan tersebut membuka ruang yang lebih luas bagi penggunaan rupiah dan renminbi dalam transaksi antara Indonesia, China Daratan, dan Hong Kong sehingga dapat mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS,” kata Dasco dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin (15/6/2026) yang dikutip Antara.
Kesepakatan strategis tersebut ditandatangani dalam Pertemuan Tingkat Tinggi pada, Kamis (11/6/2026) di Shanghai, Tiongkok.
Selain itu, penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) mengenai Local Currency Transaction (LCT) juga diperluas hingga mencakup Hong Kong. Dalam penandatanganan tersebut, Eddie Yue Chief Executive Hong Kong Monetary Authority (HKMA) turut menandatangani kesepakatan.
Local Currency Transaction (LCT) adalah penyelesaian transaksi bilateral antarpelaku usaha atau individu dari negara berbeda menggunakan mata uang lokal masing-masing negara.
Dasco mengatakan MoU tersebut juga mencakup pengembangan sistem pembayaran QRIS lintas batas antara Indonesia dan China, sehingga transaksi pelaku usaha kedua negara dapat dilakukan dengan lebih mudah melalui sistem pembayaran digital yang terhubung.
“Sistem ini sudah melibatkan 191 penyedia layanan di China dan 24 di Indonesia yang seluruhnya telah terhubung,” ujarnya.
Menurut Dasco, kerja sama antara Bank Indonesia dan People’s Bank of China tersebut akan semakin mendorong pemanfaatan skema LCT dalam transaksi perdagangan kedua negara sehingga mengurangi kebutuhan penggunaan dolar AS sebagai mata uang perantara.
Ia menyebut nilai perdagangan Indonesia dan China pada 2025 mencapai sekitar 155,5 miliar dolar AS sehingga perlu didukung oleh sistem transaksi yang lebih efisien dan penggunaan mata uang lokal yang lebih luas.
“Ini merupakan upaya yang sangat serius untuk mengurangi kebutuhan penggunaan dolar Amerika Serikat dalam transaksi perdagangan, termasuk melalui penerapan QRIS lintas batas antara Indonesia dan China. Langkah ini dilakukan BI untuk memperkuat rupiah,” kata Dasco. (ant/bil/ham)




