jpnn.com, KEPULAUAN SERIBU - Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ) kembali menunjukkan komitmennya dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui Program Desa Binaan Tahun Anggaran 2026.
Kegiatan yang melibatkan dosen dari Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Ilmu Hukum, serta Hubungan Masyarakat dan Komunikasi Digital tersebut dilaksanakan di Kelurahan Pulau Pari, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan, Kabupaten Kepulauan Seribu pada 10–12 Juni 2026 .
BACA JUGA: Tingkatkan Mutu Pendidikan Sejarah, UNJ Pacu Kompetensi Profesional Guru
Program yang dilaksanakan bersama Kelompok Nelayan Perempuan Pulau Pari ini berfokus pada penguatan literasi lingkungan, hukum, pendidikan, sosial, dan komunikasi.
Hal ini sebagai upaya mendukung pembangunan masyarakat pesisir yang berkelanjutan dan selaras dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs).
BACA JUGA: FGD Diseminasi Pengabdian UNJ Tekankan Pentingnya Dampak Nyata bagi Masyarakat
Edukasi Lingkungan dan Ketahanan Iklim
BACA JUGA: Rektor UNJ Dukung Prof Hidayat Pimpin KONI DKI
Rangkaian kegiatan diawali dengan observasi lapangan dan penyuluhan bertema lingkungan pada 10 Juni 2026.
Acara dibuka Dr. Sanusi, S.H., M.H. yang menyampaikan apresiasi kepada Kelompok Nelayan Perempuan Pulau Pari atas kemitraan yang telah terjalin.
Dalam kesempatan tersebut, Sanusi juga menjelaskan tujuan pelaksanaan program pengabdian di wilayah tersebut.
Sementara itu, Ketua Kelompok Nelayan Perempuan Pulau Pari Asmania menyampaikan harapannya agar kegiatan ini dapat meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya perempuan pesisir, mengenai isu lingkungan dan hukum yang berkaitan dengan kehidupan di kawasan kepulauan.
Kegiatan pembukaan ditandai dengan penyerahan sertifikat dan bibit tanaman dari Tim Dosen FISH UNJ kepada kelompok mitra.
Pada sesi materi, Dr. Dian Alfia Purwandari, M.Si. memberikan edukasi mengenai penerapan teknik biopori sebagai solusi pengelolaan sampah organik dan peningkatan daya resap air untuk mendukung ketahanan iklim.
Pemateri lainnya, Nandi Kurniawan, S.Pd., M.Si. menjelaskan strategi penguatan ketahanan air melalui sistem panen air hujan di Pulau Pari serta memperagakan penggunaan alat pH meter untuk mengukur tingkat keasaman air.
Penguatan Literasi Hukum, Pendidikan, dan Ekonomi Biru
Di hari kedua, kegiatan dilaksanakan dalam dua kelompok sesuai kebutuhan dan tantangan yang dihadapi masyarakat pesisir.
Pada kelompok hukum, peserta memperoleh berbagai materi yang disampaikan Martini, S.H., M.H. mengenai pariwisata berbasis masyarakat untuk mendukung ekonomi lokal.
Selanjutnya Dwi Afrimetty Timoera, S.H., M.H. bersama Achmar Dasquari ,S.H.,M.H. terkait hak dan kewajiban pengelolaan tanah dalam perspektif hukum agraria.
Pemateri lainnya, Abdul Rahman Hamid, S.H., M.H. mengenai advokasi sosio-legal dalam mempertahankan ruang hidup masyarakat dari klaim korporasi.
Selain itu, Dr. Sanusi, S.H., M.H. bersama Muqtadir Ghani Putranto, S.H., M.H menyampaikan mengenai prosedur perizinan untuk pengembangan potensi wisata Pulau Pari.
Dua pemateri berikutnya, Annisa Rahmi Faisal, S.Sy., M.H. mengenai kesadaran hukum terhadap tindak pidana narkotika; serta Dr. Abd Aziz Tambunan, S.H., M.Kn., M.H. yang membahas perlindungan anak melalui edukasi dispensasi kawin sebagai upaya pencegahan perkawinan anak.
Sementara itu, kelompok pendidikan memperoleh materi dari Nurul Istiqomah, S.Pd., M.Pd. tentang penguatan sikap inklusif terhadap keberagaman disabilitas sebagai bagian dari dukungan terhadap SDGs.
Materi berikutnya disampaikan Dr. Fajar Wahyudi Utomo, M.Pd. mengenai penguatan pendidikan karakter keluarga melalui aadaptasi budaya 5S Jepang pada komunitas ibu rumah tangga.
Sebagai bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir, Dr. Shahibah Yuliani, S.Sos., M.Pd. memberikan pelatihan mengenai optimalisasi hasil perikanan untuk memperkuat pemahaman ekonomi biru yang mendukung pencapaian SDGs.
Kegiatan ini diwujudkan melalui praktik pengolahan ikan tongkol menjadi makanan khas bernama Sala.
Hari terakhir, peserta mendapatkan materi terkait komunikasi dan isu sosial.
Abdul Kholik, S.Sos., M.I.Kom. menyampaikan materi mengenai literasi komunikasi visual positif berbasis green campaign sebagai strategi mendukung branding ekowisata kepulauan.
Materi ini menekankan pentingnya pemanfaatan komunikasi yang konstruktif untuk memperkuat citra destinasi wisata berbasis lingkungan.
Selanjutnya, Nova Scorviana H., M.A., M.Si. memberikan materi mengenai penguatan kesetaraan gender melalui pendekatan antropologi partisipatoris yang berangkat dari pengetahuan lokal perempuan pesisir.
Materi ini mendorong pengakuan terhadap peran strategis perempuan dalam pembangunan masyarakat kepulauan.
Seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan pengisian instrumen evaluasi dan penandatanganan lembar rekognisi oleh peserta sebagai bentuk apresiasi atas keterlibatan aktif serta komitmen Kelompok Nelayan Perempuan Pulau Pari selama mengikuti program.
Kontribusi terhadap SDGs dan Penguatan Tri Dharma Perguruan Tinggi
Program Pengabdian kepada Masyarakat ini mendukung berbagai tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), antara lain SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 5 (Kesetaraan Gender), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), SDG 10 (Berkurangnya Kesenjangan), SDG 11 (Kota dan Komunitas Berkelanjutan), SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim), SDG 14 (Ekosistem Lautan), dan SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh).
Melalui kolaborasi dengan Kelompok Nelayan Perempuan Pulau Pari, FISH UNJ berharap program ini dapat memberikan dampak nyata dalam peningkatan kapasitas masyarakat, penguatan kesadaran hukum, pengembangan ekonomi biru, serta promosi ekowisata yang inklusif dan berkelanjutan.
Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud nyata komitmen Universitas Negeri Jakarta dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat dan pembangunan berkelanjutan. (ris/jpnn)
Redaktur & Reporter : Sutresno Wahyudi




