Ramai di X: Rupiah Menguat Gara-gara MBG Distop, Benarkah?

wartaekonomi.co.id
3 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Platform X tengah ramai membicarakan penguatan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang kini berada di kisaran Rp17.700-an disebut-sebut akibat penghentian sementara program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Keputusan penghentian tersebut diumumkan langsung oleh Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN0, Agustina Arumsari, di Kompleks Parlemen pada Senin (15/6/2026).

“Embege distop beberapa hari aja udah begini apalagi selamanya,” tulis akun X @mysha**** sembari mengunggah tangkapan layar kurs rupiah di Rp17.675 per dolar AS.

Sejumlah warganet ikut berkomentar, bahkan ada yang berharap MBG diberhentikan permanen. “Bisa gak sih selamanya wkwk,” tulis akun ardi***.

Namun mantan Komisaris PT Pelni, Dede Budhyarto, menilai narasi tersebut ngawur.

"Rupiah menguat bukan karena MBG di-stop, ini narasi ngarang. Kemarin BI naikin suku bunga 25 bps ke 5,5%, inflow asing masuk deras," tulisnya di akun X pribadinya, dikutip Selasa 916/6).

Ia menegaskan bahwa narasi  “MBG distop → rupiah langsung kuat” adalah korelasi palsu (post hoc fallacy)..

"Mirip bilang “aku pakai baju merah hari ini, rupiah naik → baju merah bikin rupiah kuat selamanya," sindirnya.

Banyak komentar di cuitan tersebut justru percaya narasi itu, padahal penguatan rupiah lebih dipengaruhi kebijakan moneter Bank Indonesia (BI), bukan program makan siang.

Informasi tambahani, sinergi kebijakan Pemerintah dan BI berhasil meredam kepanikan pasar dan memicu penguatan rupiah kembali ke kisaran Rp17.700-an, setelah sempat terpuruk ke rekor terburuk Rp18.209 pada awal Juni 2026.

Berikut kebijakan utama yang menyelamatkan rupiah:

1. Kenaikan suku bunga beruntun: Bank Indonesia secara agresif menaikkan BI-Rate sebesar 50 bps pada Mei, dilanjutkan kenaikan 25 bps lagi pada 9 Juni 2026 menjadi 5,50% untuk menarik kembali modal asing.

2. Aturan Ketat Devisa Hasil Ekspor (DHE): Pemerintah menerapkan aturan baru per 1 Juni 2026 yang mewajibkan eksportir Sumber Daya Alam (SDA) menempatkan 100 persen devisa mereka di dalam negeri demi mengamankan pasokan dolar AS.

3. Derasnya Aliran Modal Masing: Insentif tinggi pada instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dan Surat Berharga Negara (SBN) sukses menarik dana asing masuk sebesar Rp15,11 triliun hanya dalam satu lelang pada 10 Juni 2026.

Baca Juga: Bakal Ada Efisiensi Anggaran, BGN Isyaratkan Anak SMA 'High Class' Tak Dapat MBG

Baca Juga: Tak Ada Lagi Rp6 Juta Per Hari, Insentif Dapur MBG Kini Bakal Dihitung Berdasarkan Jumlah Porsi

4. Diversifikasi Non-Dolar (Panda Bonds): Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengonfirmasi rencana penerbitan Panda Bonds di pasar Tiongkok untuk mengurangi ketergantungan perdagangan nasional terhadap mata uang dolar AS.

5. Pendanaan Lewat Danantara: Kepercayaan investor global diperkuat oleh keberhasilan penawaran perdana obligasi internasional Danantara yang berhasil menggaet dana senilai Rp26,9 triliun.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sudewo Bantah Peras Calon Perangkat Desa, Klaim Namanya Dicatut
• 13 jam lalurepublika.co.id
thumb
Debutan Kembali Bikin Geger, Giliran Tanjung Verde yang Tahan Imbang Spanyol di Piala Dunia 2026
• 19 jam lalutvonenews.com
thumb
Yasonna Laoly Desak Negara Tindak Tegas Judi Online dan Pinjol
• 4 jam lalujpnn.com
thumb
Mahasiswa Juga Gelar Demonstrasi di Pintu Belakang DPR
• 14 jam laludetik.com
thumb
Prediksi Prancis Vs Senegal: Tim Ayam Jantan Perlu Waspadai Transisi Singa Teranga
• 3 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.