Trump Klaim MoU Iran–AS, Pasar Tak Percaya

wartaekonomi.co.id
6 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Mantan penasihat ekonomi Presiden Amerika Serikat (AS) ke-40 Ronald Reagan, Steve Hanke, menyoroti klaim Presiden Donald Trump terkait kesepakatan damai dengan Iran dan pembukaan kembali Selat Hormuz.

Trump sebelumnya menyatakan bahwa Memorandum of Understanding (MoU) antara AS dan Iran akan segera ditandatangani, serta Selat Hormuz akan segera dibuka. 

Namun, merujuk pada data Polymarket, sebuah platform prediksi, peluang normalisasi lalu lintas di Selat Hormuz sebelum akhir Juni dinilai hanya di angka 25%.

"Trump mengatakan bahwa Nota Kesepahaman AS-Iran akan ditandatangani hari ini, dan bahwa Selat Hormuz akan dibuka segera. Namun 

@Polymarket menempatkan peluang lalu lintas normal kembali pada akhir Juni hanya 25%," tulisnya di akun X pribadinya, Senin (15/6).

Profesor Ekonomi Terapan di Johns Hopkins University itu menegaskan bahwa pasar meragukan retorika Trump dan tidak yakin janji pembukaan Selat Hormuz.

"THE MARKET IS NOT BUYING TRUMP'S RHETORIC (PASAR TIDAK MEMBELI RETORIKA TRUMP)," tandasnya.

Sebelumnya, Trump mengumumkan bahwa kesepakatan damai dengan Iran telah tercapai. Ia bahkan menyatakan pembukaan kembali Selat Hormuz sebagai jalur vital distribusi minyak dunia, serta pencabutan blokade Angkatan Laut AS.

Baca Juga: Trump Merosot! Ekonom AS Bongkar Basis Pendukung Mulai Lari

“Kesepakatan dengan Republik Islam Iran kini telah selesai. Selamat kepada semua pihak! Dengan ini saya sepenuhnya mengizinkan pembukaan Selat Hormuz tanpa biaya dan secara bersamaan mengizinkan pencabutan segera blokade Angkatan Laut Amerika Serikat. Kapal-kapal dunia, nyalakan mesin kalian. Biarkan minyak mengalir!," tulisnya di Truth Social.

Sebagai informasi, penandatanganan resmi dokumen MoU antara AS dan Iran dijadwalkan berlangsung pada 19 Juni 2026 di Jenewa, Swiss.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Serangan Rusia Tewaskan 9 Orang di Ukraina, Katedral Bersejarah Kyiv Terbakar
• 2 jam laluokezone.com
thumb
BI dan Bank Sentral Tiongkok Perkuat Kerja Sama, Perluas Transaksi Rupiah - Yuan
• 23 jam lalukatadata.co.id
thumb
Andi Azwan Blak-blakan soal P21 Kasus Ijazah Jokowi: Definitely Sudah Ada
• 50 menit lalukompas.tv
thumb
Indonesia Dukung Kesepakatan Damai AS-Iran untuk Stabilitas Kawasan
• 20 menit lalumetrotvnews.com
thumb
Ini Kata Kiandra Ramadhipa Usai Juara di Moto3 Junior Portugal 2026, Kini Tempel Ketat Puncak Klasemen
• 19 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.