JAKARTA, KOMPAS.com - Di balik euforia ribuan pelari yang menuntaskan lintasan BTN Jakarta International Marathon (Jakim) 2026, Minggu (14/6/2026), terselip kisah duka yang menyisakan catatan penting soal keselamatan di ajang olahraga ekstrem tersebut.
Sejumlah peserta dilaporkan mengalami kolaps hingga pingsan di tengah lomba. Bahkan, satu di antaranya meninggal dunia setelah sempat mendapatkan penanganan medis.
Peristiwa itu juga menjadi sorotan karena adanya laporan keterlambatan penanganan medis di beberapa titik lintasan, meski panitia mengeklaim tim kesehatan telah ditempatkan sesuai standar.
Saksi di lokasiSeorang pendukung peserta, Roja Nur Ramadhani, mengaku menyaksikan langsung seorang pelari perempuan tiba-tiba jatuh dan tak sadarkan diri di kawasan kilometer 19.
Baca juga: Peserta BTN Jakim 2026 Pingsan dan Meninggal, Kenali Tanda Bahaya Saat Maraton
“Saya bukan peserta lari, kebetulan saya cheering. Mbaknya itu pingsan di bawah kaki teman saya ketika kami lewat di samping,” kata Roja kepada Kompas.com, Minggu.
Menurut dia, pertolongan medis tidak langsung tiba di lokasi. Dalam waktu sekitar belasan menit, sejumlah pelari yang juga berprofesi sebagai tenaga kesehatan akhirnya turun tangan membantu.
“Betul, sudah lewat 18 menit medisnya belum datang juga. Padahal ada dua marshal panitia yang seperti kebingungan juga,” ujarnya.
“Ada empat dokter pelari, peserta HM juga, yang ganti-gantian menolong mbak tersebut,” tambahnya.
Peserta lain, Silfi (29), juga menyebut ada beberapa pelari lain yang mengalami kondisi serupa di lintasan. Ia menduga suhu yang semakin panas menjadi salah satu pemicu.
“Kayaknya karena panas matahari juga ya,” ujarnya.
Peserta meninggalDuka semakin mendalam setelah kabar meninggalnya salah satu peserta, Agus Putrandi asal Lombok. Ia sempat kolaps di kilometer 14 sebelum dilarikan ke rumah sakit.
Baca juga: Sekarang Udah Finish Ya Kak, Akun Pelari BTN JAKIM Agus Putranadi Banjir Ucapan Duka
Temannya, Johan Rio Pamungkas, mengatakan Agus sebelumnya tidak memiliki keluhan kesehatan yang diketahui.
“Setahu saya enggak ada. Dia ambruk atau kolaps di kilometer (Km) 14, kemudian ketika dibawa ke medis dan rumah sakit sudah tidak sadarkan diri,” kata Johan.
Agus kemudian dibawa ke Rumah Sakit Siloam Kebon Jeruk, namun nyawanya tidak tertolong.
Humas BTN Jakarta International Marathon, Agas, membenarkan adanya peserta yang meninggal dalam ajang tersebut. Namun, pihaknya masih menunggu keterangan resmi terkait penyebab pasti kejadian itu.





