Rismon Sianipar Ungkap Roy Suryo Tidak Punya Saksi Ahli Yang Mumpuni

cumicumi.com
2 hari lalu
Cover Berita
































Perkara pencemaran nama baik Presiden Ketujuh RI, Joko Widodo alias Jokowi sebentar lagi akan dibawa ke persidangan menyusul pernyataan pihak penyidik Polda Metro Jaya yang menyatakan bahwa berkas pemeriksaan perkara dengan 5 orang tersangka sudah lengkap. Kini tinggal menunggu penyidik memproses tahap 2 dimana penyidik akan menyerahkan barang bukti beserta tersangka ke pihak kejaksaan.

Persidangan ini akan menjadi sangat menarik, karena inilah yang dinantikan jutaan masyarakat yang selama ini seperti terperangkap dalam isu yang seakan tidak ada matinya. Salah satu pihak yang penasaran dengan proses persidangan nanti adalah, Rismon Sianipar, salah satu tersangka yang memilih menempuh jalur restorative justice.

"Makanya saya bilang kalau ini mau dituntaskan secara objektif dan ilmiah, kita harus sidang supaya Roy Suryo bisa membuktikan metode ilmiahnya,

Metode ilmiah yang diyakini membuktikan 99,9% palsu dan ada lawannya ahli dari pihak jaksa atau pihak Pak Jokowi yang sudah di BAP," ungkap Rismon kepada cumicumi.com.

Rismon yang baru saja menyelesaikan revisi buku Jokowi's White Paper, pun menjelaskan bahwa persidangan ini nanti akan berjalan asimetris, atau tidak seimbang. Hal ini dikatakannya mengingat tidak ada saksi ahli digital yang mumpuni di kubu mereka.

"Kalaupun nanti ada sidang, dan saya yakin ada sidang, persidangan itu asimetris. Asimetris artinya enggak ada lawannya dari pihak sana. Saya kan sudah setahun dengan mereka. Enggak ada ahli yang membackup mereka, terutama Roy Suryo," tegas Rismon.

Lebih lanjut Rismon mengatakan bahwa argumentasi pihak Roy dari sudut pandang digital forensik, sangat lemah. Itu sebabnya Roy bersama para tersangka lainnya kini gencar membangun narasi untuk mempengaruhi opini publik.

"Mereka dengan gencar ini dengan podcast berapa kali sehari, memengaruhi opini publik sehingga publik ini nanti membackup mereka, mendukung mereka supaya tidak terjadi persidangan dengan memberikan alasan-alasan," kata pria kelahiran 25 April 1977 ini. (vibes)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dari Pencurian hingga Penembakan, Inggris Dihantam Teror Jelang Piala Dunia 2026
• 22 jam laluviva.co.id
thumb
Netizen Sentil Tiyo Ardianto: Oportunis, 11/12 dengan Budiman Sudjatmiko!
• 18 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Profil Vozinha, Kiper Tanjung Verde yang Viral Usai Tahan Serangan Tim Spanyol di Piala Dunia, Kini Raih 11 Juta Followers
• 2 jam lalugrid.id
thumb
Wali Kota Parepare Perketat Disiplin ASN: Kehadiran Jadi Kunci Evaluasi TPP, Sanksi Siap Menanti
• 4 jam laluharianfajar
thumb
Bursa Transfer Super League 2026/2027: Syahrian Abimanyu Masuk Kloter Pertama Perombakan Tim Persik
• 7 jam lalubola.com
Berhasil disimpan.