BNPB: TNI-warga pasang jembatan darurat pulihkan akses di Temanggung

antaranews.com
5 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan personel TNI bersama warga bergotong royong memasang jembatan darurat atau jembatan bailey untuk memulihkan akses transportasi yang terputus total akibat bencana tanah longsor di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari di Jakarta, Senin, mengatakan jembatan yang berada di Desa Plosogaden, Kecamatan Candiroto, tersebut mengalami rusak berat setelah dihantam material longsor pada pertengahan Mei lalu.

"Sebagai upaya memulihkan akses yang sempat terdampak, per Minggu (14/6), warga Desa Plosogaden bergotong royong memasang jembatan bailey, mobilisasi material jembatan dilakukan oleh personel TNI dari satuan Yonzipur IV/TK bersama masyarakat setempat," katanya.

Baca juga: BPBD: Tiga rumah rusak akibat longsor di Temanggung

Sebelum pemasangan jembatan darurat tersebut dilakukan, lanjutnya, tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan instansi terkait terlebih dahulu melakukan penguatan pada struktur pondasi utama jembatan dengan memasang anyaman kawat berisi batu atau bronjong.

Langkah penguatan ini dinilai penting agar jembatan rangkaian besi tersebut memiliki pijakan yang kokoh dan aman saat nantinya mulai dilintasi kembali oleh kendaraan roda dua maupun roda empat milik warga setempat.

Menyikapi rangkaian bencana yang terjadi, Abdul mengungkapkan BNPB mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap berbagai potensi ancaman bencana.

Baca juga: Jalan terputus longsor, BPBD Temanggung antar-jemput siswa ke sekolah

Adapun beberapa langkah maupun latihan simulasi evakuasi dapat dilakukan, misalnya pemangkasan ranting-ranting pohon sekitar rumah yang berpotensi roboh, gotong-royong warga untuk membersihkan saluran air.

Sedangkan untuk warga yang tinggal di daerah bantaran sungai, kata dia, juga diminta untuk rutin memantau ketinggian muka air serta memperbarui informasi cuaca dari lembaga resmi.

"Apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi dan durasi lama, masyarakat diimbau untuk melakukan evakuasi mandiri dan mengetahui jalur evakuasi yang aman," kata Abdul Muhari.

Baca juga: BMKG: Bibit Siklon 92S masih picu cuaca ekstrem di Sumatera dan Jawa


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kasus 3 WNI Dianiaya di Malaysia, Menteri P2MI Minta Pekerja Migran Gunakan Jalur Resmi
• 7 jam lalukompas.com
thumb
Klasemen Grup F Piala Dunia 2026: Swedia Pimpin Persaingan, Jepang dan Belanda Berbagi Poin
• 8 jam lalurepublika.co.id
thumb
Purwakarta Geger! Pejabat BKAD Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Rumah
• 13 menit lalurctiplus.com
thumb
Khofifah Dorong Hilirisasi KUPS Jatim, Perhutanan Sosial Sumbang 62% Produksi Kopi
• 8 jam lalubisnis.com
thumb
Pastikan Data PCMB Aman, Disdik Jabar Siapkan Solusi bagi Calon Murid yang Belum Tertampung di Sekolah Negeri
• 2 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.