Jakarta (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan personel TNI bersama warga bergotong royong memasang jembatan darurat atau jembatan bailey untuk memulihkan akses transportasi yang terputus total akibat bencana tanah longsor di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari di Jakarta, Senin, mengatakan jembatan yang berada di Desa Plosogaden, Kecamatan Candiroto, tersebut mengalami rusak berat setelah dihantam material longsor pada pertengahan Mei lalu.
"Sebagai upaya memulihkan akses yang sempat terdampak, per Minggu (14/6), warga Desa Plosogaden bergotong royong memasang jembatan bailey, mobilisasi material jembatan dilakukan oleh personel TNI dari satuan Yonzipur IV/TK bersama masyarakat setempat," katanya.
Baca juga: BPBD: Tiga rumah rusak akibat longsor di Temanggung
Sebelum pemasangan jembatan darurat tersebut dilakukan, lanjutnya, tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan instansi terkait terlebih dahulu melakukan penguatan pada struktur pondasi utama jembatan dengan memasang anyaman kawat berisi batu atau bronjong.
Langkah penguatan ini dinilai penting agar jembatan rangkaian besi tersebut memiliki pijakan yang kokoh dan aman saat nantinya mulai dilintasi kembali oleh kendaraan roda dua maupun roda empat milik warga setempat.
Menyikapi rangkaian bencana yang terjadi, Abdul mengungkapkan BNPB mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap berbagai potensi ancaman bencana.
Baca juga: Jalan terputus longsor, BPBD Temanggung antar-jemput siswa ke sekolah
Adapun beberapa langkah maupun latihan simulasi evakuasi dapat dilakukan, misalnya pemangkasan ranting-ranting pohon sekitar rumah yang berpotensi roboh, gotong-royong warga untuk membersihkan saluran air.
Sedangkan untuk warga yang tinggal di daerah bantaran sungai, kata dia, juga diminta untuk rutin memantau ketinggian muka air serta memperbarui informasi cuaca dari lembaga resmi.
"Apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi dan durasi lama, masyarakat diimbau untuk melakukan evakuasi mandiri dan mengetahui jalur evakuasi yang aman," kata Abdul Muhari.
Baca juga: BMKG: Bibit Siklon 92S masih picu cuaca ekstrem di Sumatera dan Jawa
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari di Jakarta, Senin, mengatakan jembatan yang berada di Desa Plosogaden, Kecamatan Candiroto, tersebut mengalami rusak berat setelah dihantam material longsor pada pertengahan Mei lalu.
"Sebagai upaya memulihkan akses yang sempat terdampak, per Minggu (14/6), warga Desa Plosogaden bergotong royong memasang jembatan bailey, mobilisasi material jembatan dilakukan oleh personel TNI dari satuan Yonzipur IV/TK bersama masyarakat setempat," katanya.
Baca juga: BPBD: Tiga rumah rusak akibat longsor di Temanggung
Sebelum pemasangan jembatan darurat tersebut dilakukan, lanjutnya, tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan instansi terkait terlebih dahulu melakukan penguatan pada struktur pondasi utama jembatan dengan memasang anyaman kawat berisi batu atau bronjong.
Langkah penguatan ini dinilai penting agar jembatan rangkaian besi tersebut memiliki pijakan yang kokoh dan aman saat nantinya mulai dilintasi kembali oleh kendaraan roda dua maupun roda empat milik warga setempat.
Menyikapi rangkaian bencana yang terjadi, Abdul mengungkapkan BNPB mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap berbagai potensi ancaman bencana.
Baca juga: Jalan terputus longsor, BPBD Temanggung antar-jemput siswa ke sekolah
Adapun beberapa langkah maupun latihan simulasi evakuasi dapat dilakukan, misalnya pemangkasan ranting-ranting pohon sekitar rumah yang berpotensi roboh, gotong-royong warga untuk membersihkan saluran air.
Sedangkan untuk warga yang tinggal di daerah bantaran sungai, kata dia, juga diminta untuk rutin memantau ketinggian muka air serta memperbarui informasi cuaca dari lembaga resmi.
"Apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi dan durasi lama, masyarakat diimbau untuk melakukan evakuasi mandiri dan mengetahui jalur evakuasi yang aman," kata Abdul Muhari.
Baca juga: BMKG: Bibit Siklon 92S masih picu cuaca ekstrem di Sumatera dan Jawa





