Grid.ID – Bentrok antara mahasiswa Universitas Bung Karno (UBK) dengan kepolisian terjadi di kawasan Tugu Tani, Jakarta Pusat, Senin (15/6/2026). Mahasiswa turun ke jalan untuk menyampaikan aspirasinya.
Rombongan mahasiswa UBK memulai perjalanannya dari kampus menuju Patung Kuda sekira pukul 14.10 WIB. Demo mahasiswa UBK hari ini diperkirakan akan berpusat di Istana Negara dan Monas.
Rombongan yang mayoritas menggunakan kendaraan roda dua mulai dihadang polisi di kawasan Tugu Tani. Dipantau dari siaran langsung Kompas TV, sejumlah mahasiswa turun dari kendaraan dan mulai saling dorong dengan polisi yang berjaga. Beberapa di antaranya juga ada yang mengangkut kendaraan mereka ke atas trotoar untuk melewati barisan polisi yang berjaga.
Sekira 15 menit kordinator mahasiswa melakukan negosiasi, akhirnya polisi mulai membuka jalan. Tapi tak begitu lama, rombongan mahasiswa kembali dihalau oleh polisi yang berjaga.
Dikutip dari Kompascom, Dalam aksi ini, massa membawa total 20 tuntutan yang terdiri dari 11 tuntutan mendesak dan 9 tuntutan umum.
Beberapa poin utama dalam 11 tuntutan mendesak meliputi:
- Penolakan kenaikan harga BBM dan bahan pokok
- Perbaikan nilai tukar rupiah
- Hentikan program MBG dan koperasi desa/kelurahan merah putih yang sarat KKN.
- Penolakan gelombang PHK
- Pencabutan UU Polri
- Penolakan pembangunan batalion teritorial TNI
- Perbaiki defisit APBN dan hentikan pemborosan anggaran pertahanan serta keamanan.
- Naikkan upah untuk kesejahteraan guru honorer secara layak.
- Tolak sekolah rakyat, alokasikan dana pendidikan sesuai amanat konstitusi
- Transparansi BPI Danantara
- Evaluasi dan pencopotan sejumlah menteri terkait stabilitas ekonomi
Sementara 9 tuntutan umum mencakup:
- Penolakan penggusuran dan perampasan tanah
- Penolakan proyek strategis nasional (PSN) yang dianggap merampas ruang hidup
- Mendukung penuh rakyat Papua dalam menentukan hak atas tanah dan nasibnya sendiri.
- Hentikan percepatan PTN-BH, kenaikan biaya pendidikan, dan jamin pendidikan yang ilmiah serta demokratis.
- Naikkan upah buruh berdasarkan kebutuhan hidup layak (KHL).
- Penolakan militerisasi dan kekerasan terhadap aktivis
- Penolakan kenaikan biaya pendidikan dan PTN-BH
- Desakan reformasi agraria dan penguatan industri nasional
- Pengamanan dan rekayasa lalu lintas.
asi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Iptu Erlyn Sumantri, menyebut ada empat aksi yang digelar di sejumlah titik berbeda di Jakarta, termasuk Bundaran HI, Gedung DPR RI, dan Monas. Sebanyak 5.955 personel gabungan dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, dan polsek jajaran dikerahkan untuk mengamankan jalannya aksi. (*)
Artikel Asli




