Amerika Serikat, ERANASIONAL.COM – Amerika Serikat dan Iran diklaim telah mencapai kesepakatan damai yang disebut akan mengakhiri konflik di kawasan Timur Tengah.
Wakil Menteri Luar Negeri Iran bidang Hukum dan Urusan Internasional, Kazem Gharibabadi, menyatakan bahwa teks nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara Teheran dan Washington telah rampung dan siap ditandatangani secara resmi di Swiss pada Jumat mendatang.
“Teks nota kesepahaman telah diselesaikan, dan penandatanganan resmi akan berlangsung di Swiss pada Jumat,” ujar Gharibabadi kepada media pemerintah Iran.
Ia menegaskan bahwa komitmen dalam kesepakatan tersebut mulai berlaku setelah penandatanganan dilakukan.
Menurut Gharibabadi, kesepakatan tersebut tidak hanya lahir dari jalur diplomasi, tetapi juga merupakan hasil dari apa yang disebutnya sebagai keberhasilan strategi militer Iran.
Teheran, lanjut dia, juga akan segera menghentikan seluruh operasi peperangan di berbagai wilayah konflik, termasuk kawasan Teluk dan Lebanon.
“Ada dua hal yang akan berlaku segera. Pertama, penghentian permanen dan segera perang di seluruh front. Kedua, pencabutan dan penghentian blokade laut yang diberlakukan Amerika Serikat terhadap Republik Islam Iran,” katanya.
Pernyataan Iran tersebut muncul setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump lebih dulu mengumumkan tercapainya kesepakatan dengan Teheran melalui akun Truth Social miliknya.
“Kesepakatan dengan Republik Islam Iran saat ini telah lengkap. Selamat untuk semuanya!” tulis Trump.
Trump juga menyebut dirinya telah memerintahkan pencabutan blokade oleh kapal perang Angkatan Laut AS dan membuka kembali jalur pelayaran internasional.
“Kapal-kapal dunia, nyalakan mesin kalian. Biarkan minyak mengalir melalui Selat Hormuz,” tulisnya.
Ia menambahkan bahwa pembukaan Selat Hormuz dilakukan tanpa pungutan dan diikuti pencabutan segera blokade Angkatan Laut Amerika Serikat. []





