Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengusulkan pagu indikatif anggaran Kementerian ESDM pada tahun 2027 mencapai Rp27,33 triliun. Diketahui, anggaran tersebut akan lebih besar dialokasikan untuk sektor minyak dan gas bumi (migas) dan ketenagalistrikan.
Pagu tersebut diantaranya untuk:
- Sekretaris Jenderal KESDM: Rp 532,75 miliar
- Inspektur Jenderal: Rp124,46 miliar
- Ditjen Migas: Rp11,32 triliun
- Ditjen Ketenagalistrikan: Rp10,460 triliun
- Ditjen Minerba: Rp 702,53 miliar
- Setjen DEN: Rp78,60 miliar
- Ditjen Penegakan Hukum ESDM: Rp86,38 miliar
- BPSDM ESDM: Rp881,43 miliar
- Badan Geologi: Rp749,49 miliar
- BPH Migas: Rp474,43 miliar
- Ditjen EBTKE: Rp1,813 triliun
- BPMA: Rp105,31 miliar
Total: Rp27,335 triliun.
"Memang angka ini lebih banyak dialokasi di ditjen listrik dan Dirjen migas. Kenapa? karena berangkat dari Rapat Kerja dengan Anggota komisj XII DPR yang selalu menyampaikan aspirasi bahwa listrik desa, pemasangan listrik gratis, urusan jaringan gas, itu yang menjadi aspirasi kami sebagai pemerintah, Menteri ESDM mencoba mengadopsi dan memahami dari yang sampaikan anggota komisi XII jadi 80% alokasi untuk rakyat," terang Bahlil dalam Rapat Kerja bersama Komisi XII DPR, Jumat (15/6/2026).
Berikut alokasi terbesar Kementerian ESDM:
(pgr/pgr) Add as a preferred
source on Google




