CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, meminta investor tidak khawatir terkait pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Ia menilai pergerakan naik dan turun di pasar saham merupakan hal yang wajar.
Pada penutupan perdagangan Senin (15/6), IHSG naik 247,310 poin atau 4,12 persen ke level 6.254,966.
"Kalau ada up and down sedikit itu normal gitu ya, kalau ada up and down sedikit normal," kata Rosan saat konferensi pers di Istana Negara, Senin (15/6).
Rosan mengatakan kenaikan tajam IHSG yang terjadi saat ini berpotensi diikuti aksi ambil untung oleh sebagian investor. Namun, kondisi tersebut dinilai sebagai dinamika normal di pasar modal.
"Begitu ini marketnya naik, ini kan boleh dibilang naik kenceng ya, pasti nanti ada beberapa hari turun sedikit terus naik lagi, that's very normal gitu," ujar Rosan.
Rosan menjelaskan investor institusi global umumnya memiliki perspektif investasi jangka panjang, sehingga tidak mudah keluar masuk pasar hanya karena fluktuasi harga dalam waktu singkat.
Menurutnya, investor asing lebih mempertimbangkan faktor fundamental ekonomi, arah kebijakan pemerintah, serta prospek pertumbuhan jangka panjang dibandingkan pergerakan harian pasar.
"Jadi mereka tidak melihat investasi mereka hari ini masuk, oh seminggu lagi itu kalau turun ya kita keluar. Enggak seperti itu, jadi mereka lihat oke secara fundamentalnya seperti apa, oke faktor technicalnya pasti up and down-nya itu yang mempengaruhi," kata Rosan.
Dia menilai reli IHSG saat ini juga dipicu oleh valuasi saham Indonesia yang menjadi semakin menarik setelah mengalami koreksi cukup dalam pada beberapa bulan terakhir.
"Hampir 36 atau 40 persen pasar modal kita, ini menyebabkan pricing dari perusahaan-perusahaan kita menjadi sangat-sangat affordable, sangat-sangat baik, sangat-sangat murah malah," ungkap Rosan.
Rosan menuturkan kombinasi fundamental ekonomi yang kuat, pertumbuhan sektor perbankan yang solid, dan dividen yang menarik menjadi alasan investor kembali masuk ke pasar saham Tanah Air.
"Jadi kalau saya selalu melihatnya dan saya sampaikan juga di dalam Danantara, kita selalu lihatnya adalah long term approach gitu ya," tutur Rosan.





