Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier berkunjung ke Indonesia didampingi istrinya, Elke Büdenbender, untuk memperkuat hubungan kedua negara.
Membawa delegasi bisnis, Steinmeier diterima langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara sebagai tamu negara, Senin (15/6).
Di balik kegiatan diplomasi yang padat, kehadiran Steinmeier dan istrinya membawa kembali ingatan publik pada kisah romansa pasangan ini yang luar biasa.
Jauh sebelum menjadi orang nomor satu di Jerman sejak 2017, Steinmeier adalah seorang suami yang pernah mempertaruhkan karier politik dan nyawanya sendiri demi mendonorkan sebelah ginjal agar sang istri bisa bertahan hidup.
Kisah heroik ini bermula belasan tahun lalu. Saat itu, Steinmeier sedang berada di puncak karier politiknya sebagai pemimpin oposisi Jerman dan mantan menteri luar negeri.
Hingga pada 23 Agustus 2010, tiba-tiba dia menggelar jumpa pers di Berlin untuk mengumumkan bahwa ia akan pamit sejenak dari panggung politik.
Alasan di baliknya membuat ruang pers terhenyak: ia harus bersiap masuk ruang operasi untuk mendonorkan sebelah ginjalnya kepada Elke Büdenbender, perempuan yang telah lama mendampinginya. Saat itu, Elke yang berprofesi sebagai hakim mengalami gagal ginjal kritis di usia 48 tahun.
"Dalam beberapa minggu terakhir, ketika kondisinya menjadi kritis, kami mulai mencari terapi pengobatan lain namun ternyata tidak ada," ujar Steinmeier saat itu, dikutip dari Guardian.
Dokter kemudian menyarankan opsi transplantasi.
Masalahnya, daftar tunggu penerima donor ginjal di Jerman sangat panjang, rata-rata mencapai enam tahun. Khawatir nyawa istrinya tak tertolong, Steinmeier—yang saat itu menjabat ketua fraksi Partai Demokrat Sosial di parlemen—meminta dokter memeriksa dirinya. Hasilnya, ternyata dia cocok jadi donor. Tanpa ragu, Steinmeier yang saat itu berusia 54 tahun langsung menyetujui prosedur operasi.
"Saya yang akan menjadi donor organnya," kata Steinmeier di depan wartawan.
“Saya yakin Anda sekalian akan memahami bahwa karena alasan inilah saya tidak akan aktif di panggung politik selama beberapa minggu ke depan," sambungnya.
Para jurnalis yang hadir dalam jumpa pers itu dilaporkan tampak terharu mendengar pengumuman sang politisi.
Operasi transplantasi ginjal kemudian dilakukan esok harinya pada 24 Agustus 2010 dan berlangsung sukses. Dengan demikian, Steinmeier dan istrinya masing-masing memiliki satu ginjal.
Setelah masa pemulihan, Steinmeier kembali ke parlemen pada Oktober 2010. Pengorbanan besar itu berbuah manis: kesehatan Elke pulih, hubungan mereka makin erat, hingga akhirnya Steinmeier terpilih menjadi Presiden Jerman pada 2017.
Menariknya, keputusan Steinmeier mendonorkan sebelah ginjalnya untuk sang istri sempat memicu perdebatan nasional di Jerman dan berhasil mendorong reformasi kebijakan donor organ. Kesadaran masyarakat di sana meningkat drastis.
Cinta Steinmeier tak berhenti di ruang operasi tahun 2010 silam. Saat pandemi Covid-19 merebak pada awal 2020 lalu, sang Presiden rela mengungsi dan tidur terisolasi di sebuah kamar loteng.
Ia sadar, istrinya yang hidup dengan satu ginjal donor sangat rentan terhadap virus, dan ia tak ingin membawa risiko apa pun ke rumah.
Kisah pasangan yang dikaruniai seorang putri ini sering mengemuka kembali sebagai simbol "cinta sejati": tak sekadar kata-kata, tapi tindakan nyata yang mempertaruhkan jiwa.





