REPUBLIKA.CO.ID, KEDIRI -- Bank Mandiri Taspen menyalurkan bantuan mesin air minum siap konsumsi kepada SMA Dharma Wanita 1 Pare, Kabupaten Kediri. Fasilitas senilai Rp42,4 juta itu diharapkan dapat mendukung kebutuhan air minum siswa sekaligus mengurangi penggunaan kemasan plastik sekali pakai di lingkungan sekolah.
Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis kepada Ketua Yayasan Dharma Wanita Kabupaten Kediri Eriani Annisa Hanindhito dalam kegiatan yang digelar di Convention Hall Simpang Lima Gumul (SLG), Kediri, Ahad (14/6/2026).
Baca Juga
Autonomous Trash Skimmer Resmi Meluncur, Pertamina Bidik Perairan Lebih Bersih
Airlangga: Ekspor Listrik Bersih ke Singapura Belum Dimulai Tahun Ini
Division Head Strategic Digital & Corporate Transformation Bank Mandiri Taspen Iwan Kurniawan mengatakan, penyediaan mesin air minum merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan yang menyasar sektor pendidikan dan lingkungan.
"Air mineral merupakan salah satu kebutuhan pokok siswa-siswi dalam menunjang aktivitas belajar. Kami mencoba mengelaborasikan kebutuhan dasar tersebut dengan program kampanye go green. Dari sana, muncul ide untuk menghadirkan mesin air siap minum ini," ujar Iwan.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Menurut Iwan, fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi penggunaan air minum dalam kemasan plastik yang masih banyak digunakan di lingkungan sekolah.
"Mesin air siap minum untuk SMA Dharma Wanita 1 Pare ini sekaligus menjadi bentuk dukungan konkret kami terhadap kampanye go green, terutama dalam mengurangi konsumsi air minum dalam kemasan plastik sekali pakai," katanya.
Kepala SMA Dharma Wanita 1 Pare Ahmad Riziq Mubarok mengatakan, bantuan tersebut akan mendukung kebutuhan siswa yang tinggal di asrama sekolah. Menurut dia, kebutuhan air minum yang sehat dan higienis menjadi salah satu kebutuhan utama dalam aktivitas sehari-hari para siswa.
"Siswa kami berada di asrama (boarding school), di mana aktivitas mereka praktis dilakukan 24 jam penuh di lingkungan sekolah. Otomatis, kebutuhan dan suplai air mineral yang sehat dan higienis sangat tinggi setiap harinya,” kata Riziq.
Ia berharap keberadaan fasilitas tersebut tidak hanya meningkatkan akses terhadap air minum yang layak konsumsi, tetapi juga mendorong kebiasaan yang lebih ramah lingkungan di kalangan siswa.
Penggunaan mesin air minum isi ulang dinilai dapat membantu mengurangi timbulan sampah plastik dari botol sekali pakai sekaligus mendukung kampanye pengurangan sampah di lingkungan pendidikan.