Hutang Pemerintahan Tiongkok Tembus RMB.100 Triliun , Berlipat Ganda dalam 5 Tahun

erabaru.net
2 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia.com Data yang dirilis People’s Bank of China (PBOC) atau Bank Rakyat Tiongkok (bank sentral) menunjukkan bahwa total sisa hutang pemerintah telah menembus angka 100 triliun Yuan atau Rp 266,5 kuadriliun meningkat lebih dari dua kali lipat dalam kurun waktu lima tahun. Jika ditambah dengan berbagai hutang yang tidak tercatat secara resmi, angka sebenarnya jauh lebih besar lagi.

Pada 12 Juni, bank sentral merilis laporan data statistik keuangan Mei, yang menyatakan bahwa hingga akhir bulan Mei, total nilai obligasi pemerintah yang beredar telah mencapai RMB.100,6 triliun , naik sebesar 15,1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Berdasarkan data resmi pemerintah:

Menurut laporan media resmi, hutang pemerintah sebagian besar berasal dari penerbitan obligasi negara. Alasan hutang menembus angka 100 triliun adalah karena dalam beberapa tahun terakhir, untuk menahan tekanan penurunan ekonomi, pemerintah melakukan dua langkah utama:

  1. Meningkatkan jumlah pinjaman baru, yang digunakan untuk mendanai proyek-proyek pembangunan besar
  2. Mengatasi risiko hutang daerah, dengan cara menerbitkan obligasi pemerintah dalam jumlah besar untuk menukar dan mengganti hutang tersembunyi yang dimiliki pemerintah daerah

Pada November 2024, Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional menyetujui rancangan peraturan: “Usulan Dewan Negara mengenai Penambahan Batas hutang Pemerintah Daerah untuk Penukaran hutang Tersembunyi yang Ada”. Program ini menyediakan dana sebesar RMB.12 triliun , yang akan digunakan secara bertahap setiap tahun untuk menyelesaikan masalah hutang tersembunyi di tingkat daerah.

Perlu diketahui bahwa data resmi pemerintah Tiongkok sering kali menyembunyikan kondisi yang kurang menguntungkan, sehingga kenyataannya mungkin jauh lebih buruk. Sudah sejak Agustus 2023, lembaga keuangan internasional Goldman Sachs memperkirakan bahwa total hutang pemerintah daerah Tiongkok telah mencapai RMB.94 triliun , termasuk hutang dari lembaga pembiayaan daerah — kewajiban keuangan yang tidak tercatat dalam neraca resmi.

Laporan terbaru dari bank sentral juga menunjukkan bahwa selama lima bulan pertama tahun ini, total pembiayaan sosial di Tiongkok mencapai RMB.17,48 triliun , berkurang RMB.1,16 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Di antaranya, pembiayaan bersih melalui obligasi pemerintah berjumlah RMB.5,67 triliun , turun sebesar RMB.634 miliar dibandingkan tahun sebelumnya.

Sumber : NTDTV.com


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jababeka (KIJA) Lunasi Senior Notes USD185,8 Juta Lebih Awal
• 13 jam laluidxchannel.com
thumb
Digempur Era Algoritma, Ruang Digital Indonesia Masuk Fase Kritis
• 7 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Sidang MK, Perwakilan Wali Murid Kritik MBG Gunakan Makanan Ultra-Proses dan Tidak Tepat Sasaran
• 1 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
KPK dan Noel Ebenezer Sama-sama Tak Ajukan Banding atas Vonis di Kasus Korupsi K3
• 10 jam lalukompas.com
thumb
Aksi Mahasiswa Papua di DPR: Evaluasi MBG, Banyak Ibu Hamil Melahirkan di Hutan
• 1 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.