Piala Dunia 2026 Geger, Ofisial VAR Tertangkap Kamera Diduga Buat Simbol Neo Nazi

viva.co.id
6 jam lalu
Cover Berita

VIVA – Piala Dunia 2026 kembali diwarnai kontroversi di luar lapangan. FIFA kini mendapat desakan untuk menyelidiki salah satu ofisial VAR setelah tertangkap kamera melakukan gestur tangan yang disebut-sebut identik dengan simbol supremasi kulit putih saat pertandingan Jerman melawan Curaçao, Minggu 14 Juni 2026.

Sorotan tertuju kepada Shaun Evans, analis VAR asal Australia. Momen itu terjadi ketika siaran televisi menampilkan ruang Video Assistant Referee (VAR) sebelum laga berlangsung di Houston, Amerika Serikat.

Baca Juga :
Pernyataan Mengejutkan Pelatih Spanyol soal Lamine Yamal Jelang Laga Perdana Piala Dunia 2026
Derita-derita Timnas Iran sebelum Tanding di Piala Dunia 2026

Dalam tayangan tersebut, Evans terlihat membentuk simbol "OK" terbalik menggunakan tangan kanannya. Gestur itu memicu reaksi karena dalam beberapa tahun terakhir kerap dikaitkan dengan kelompok ekstrem kanan dan simbol "white power".

Organisasi antirasisme Fare Network, yang selama ini menjadi mitra FIFA dan UEFA dalam memantau tindakan diskriminatif di sepak bola, langsung meminta FIFA mengambil langkah tegas.

"Masukan dari para ahli kami menunjukkan bahwa gestur yang digunakan sangat menyerupai simbol tangan 'OK' terbalik yang digunakan sebagai simbol 'white power' di kalangan kelompok sayap kanan ekstrem global," tulis Fare dalam pernyataannya.

Mereka bahkan menilai Evans seharusnya tidak lagi bertugas sepanjang turnamen.

"Jelas, ofisial ini seharusnya tidak lagi memiliki peran apa pun di Piala Dunia ini."

Fare juga mempertanyakan alasan di balik gestur tersebut, terlebih dilakukan saat kamera sedang menyorot ruang VAR.

"Mengapa seorang supervisor VAR menggunakan simbol ini di ajang sepak bola global ketika dia tahu kamera sedang mengarah kepadanya?" lanjut pernyataan tersebut.

Namun hingga kini belum ada kepastian mengenai maksud dari gestur yang dilakukan Evans. FIFA juga belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait insiden tersebut.

Di sisi lain, simbol "OK" terbalik memang memiliki sejarah yang kontroversial. Awalnya gestur itu populer sebagai bagian dari permainan anak-anak bernama circle game. Namun dalam satu dekade terakhir, simbol tersebut mulai digunakan sebagian kelompok supremasi kulit putih dan kemudian masuk dalam daftar simbol kebencian yang dipantau oleh Anti-Defamation League (ADL) sejak 2019.

Direktur Center on Extremism ADL, Oren Segal, pernah menegaskan bahwa konteks menjadi faktor utama dalam menilai apakah simbol tersebut digunakan untuk tujuan kebencian atau tidak.

Baca Juga :
Drama Timnas Iran di Piala Dunia 2026: Mengungsi ke Meksiko hingga Akhirnya Masuk AS
Legenda Belanda Kritik Van Dijk Habis-habisan Usai Belanda Diimbangi Jepang
7 Alasan Jerman Layak Ditakuti di Piala Dunia 2026, Kandidat Juara Sudah Bangkit?

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mbak Wali Tekankan Kesiapan Istighotsah dan Hari Jadi Kota Kediri Saat Apel Pagi
• 9 jam laluberitajatim.com
thumb
Morula IVF Gandeng RS Gatoel Buka Layanan Bayi Tabung, Dekatkan Akses bagi Pasangan Pejuang Promil
• 13 jam lalutvonenews.com
thumb
Semen Padang Jadi Tim Musafir, Nil Maizar Pastikan Tidak Akan Menggangu Performa
• 13 jam lalubola.com
thumb
Dua Pelaku Upaya Penculikan Kakek 70 Tahun di PIK Ditangkap
• 10 jam laludisway.id
thumb
Partainya Orang NU Tebar Ancaman: Ambisi Rebut Kursi Partainya Orang Muhammadiyah
• 16 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.