Grid.ID - Gelombang protes berdatangan dari orangtua murid usai anaknya terancam tak lolos SPMB 2026. Dedi Mulyadi menawarkan jalan keluar dari permasalahan tersebut.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyoroti permasalahan yang muncul dalam proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 di Jawa Barat. Poin yang menjadi sorotan tak lain adalah banyaknya calon siswa yang terancam tak lolos.
Menanggapi hal tersebut, pria yang akrab disapa KDM ini mengakui kesalahan pemerintah. Menurutnya, kemarahan para orangtua bukanlah kesalahan warga dan permasalahan ini merupakan tanggung jawab pemerintah.
"Hari ini apabila banyak orang tua marah karena anak-anaknya tidak terpetakan di sekolah negeri, bukan kesalahan orang tua, tetapi kesalahan kami sebagai penyelenggara negara," ujar Dedi, dikutip dari Antara.
Daya Tampung Belum Terpenuhi
Dedi mengatakan, saat ini seluruh siswa masih belum bisa terakomodasi ke dalam ekosistem pendidikan milik pemerintah. Kondisi ini kemudian menjadi akar persoalan yang memicu keresahan para orangtua saat proses penerimaan murid baru berlangsung.
"Karena kami belum bisa menyiapkan sekolah negeri bagi seluruh rakyat, guru negeri bagi seluruh rakyat. Itu kesalahannya," ucap Dedi, dikutip dari Kompas.com.
Lebih lanjut, ia kemudian menjelaskan soal persaingan dalam SPMB yang semakin ketat karena ada pendaftar dari luar wilayah pemetaan yang ikut masuk ke sekolah-sekolah tertentu. Akibatnya, sejumlah calon peserta didik yang sebelumnya berada di posisi aman langsung mengalami penurunan peringkat.
"Tanpa pemetaan, anaknya mendapat saingan dari para pendaftar baru dan anak-anak yang tidak masuk ke sekolah tujuan sebelumnya, kemudian mendaftar di sekolah tersebut."
"Akibatnya anaknya mengalami penurunan peringkat sehingga orang tuanya merasa anaknya berpotensi tidak terpetakan di sekolah negeri," jelasnya.
Salah satu opsi atau pilihan akternatif bagi calon peserta didik yang terancam tak lolos adalah dengan masuk ke sekolah swasta. Dedi Mulyadi pun janjikan sekolah swasta yang bekerja sama dengan pemerintah akan digratiskan bagi keluarga tidak mampu.
"Bagi yang tidak berkesempatan terpetakan di sekolah negeri, masih ada sekolah swasta."
"Bagi mereka yang orang tuanya tidak mampu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menjamin biaya pendidikan gratis untuk anak-anak miskin di sekolah-sekolah swasta," tambahnya.
Setelah gelombang protes berdatangan dari para orangtua murid usai anaknya terancam tak lolos SPMB 2026, Dedi Mulyadi menawarkan jalan keluar dari permasalahan tersebut. Sang gubernur menyarankan untuk masuk ke sekolah swasta dan akan digratiskan bagi murid kurang mampu. (*)
Artikel Asli




