Demo Mahasiswa Tak Jamin Dagangan Laris, Pedagang Ungkap Faktanya

kompas.com
12 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Ramainya aksi demonstrasi mahasiswa di depan Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, belum tentu membuat dagangan pedagang kaki lima laris manis.

Hal tersebut diungkapkan Rifal (24), pedagang minuman keliling yang berjualan di sekitar lokasi aksi, Senin (15/6/2026).

Menurut Rifal, tingkat penjualan saat demonstrasi sangat bergantung pada jenis dan jumlah massa yang mengikuti aksi.

Baca juga: Kenapa Pedagang Selalu Muncul Saat Ada Demo?

"Kalau demonya mahasiswa biasanya enggak sampai habis. Kalau demo-demo kayak buruh segala macam itu pasti habis," ujar Rifal saat ditemui Kompas.com di depan Gedung DPR RI, Jakarta Pusat.

Ia mengatakan, dia sengaja datang ke lokasi setelah mengetahui adanya demonstrasi melalui media sosial dan informasi dari sesama pedagang.

Meski aksi mahasiswa kerap menghadirkan ribuan peserta, Rifal menilai hal tersebut tidak selalu berbanding lurus dengan jumlah pembeli.

Baca juga: Saat Pedagang Menghampiri Pendemo, Lebih Takut Dagangan Tak Laku daripada Demo Rusuh

Menurut dia, demonstrasi yang melibatkan kelompok buruh biasanya lebih menguntungkan bagi pedagang atau UMKM, karena jumlah peserta lebih besar dan berlangsung lebih lama.

"Kalau demo gede, cepat habisnya. Apalagi kalau demonya di HI, biasanya cepat habis," kata dia.

Meski demikian, Rifal mengakui keberadaan mahasiswa dalam aksi demonstrasi tetap membantu pedagang memperoleh tambahan penghasilan.

"Menguntungkan sih kalau buat UMKM, lumayan kalau ada demo," ujarnya.

Baca juga: Lara Pedagang Sate di Jakpus: Dagangan Tak Dibayar 2 Jukir, Malah Dianiaya hingga Rahang Retak

Pandangan serupa disampaikan Rizki (27), pedagang siomay. Ia menilai, ramainya massa aksi tidak selalu menjamin dagangan laku keras karena banyaknya pedagang yang datang ke lokasi yang sama.

"Banyak. Terlalu banyak pedagang yang datang. Jadi enggak selalu habis," kata Rizki.

Ia menambahkan, banyaknya pedagang yang berdatangan membuat persaingan semakin ketat.

Meski begitu, Rizki tetap memanfaatkan momen keramaian aksi untuk mencari tambahan penghasilan.

Baca juga: Tolak Bayar, Jukir Aniaya Pedagang Sate di Jakpus hingga Rahang Retak

"Lumayan sih, harus laku mudah-mudahan ya, walau saingan makanan banyak," kata dia.

Selama aksi berlangsung, para pedagang makanan dan minuman tampak berjejer di sepanjang Jalan Gatot Subroto, tepatnya di depan kompleks DPR RI.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Mereka menjajakan berbagai dagangan kepada peserta aksi maupun pengguna jalan yang melintas.

Sejumlah pedagang mengaku mengetahui adanya demonstrasi dari media sosial maupun informasi dari mulut ke mulut, sehingga lokasi aksi kerap menjadi tujuan untuk mencari tambahan penghasilan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prakiraan Cuaca Jabodetabek Hari Ini: Cerah Berawan hingga Berpotensi Hujan
• 4 jam laluokezone.com
thumb
2 Lurah Pesta Miras dan Open BO di Kendari Dicopot dari Jabatannya
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
KPK Panggil Kembali Model sekaligus Mantan Staf Ahli Heri Gunawan di Kasus CSR BI-OJK
• 19 jam lalutvonenews.com
thumb
Perkuat Komitmen Keberlanjutan, SUCOFINDO Dukung Aksi “Mageri Segoro” di Jawa Tengah
• 21 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Pembunuh Mama Muda di Makassar Ditangkap, Ternyata Sang Suami
• 20 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.