Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan Menteri Negara Urusan Luar Negeri Qatar, Sultan bin Saad Al-Muraikhi, di Istana Merdeka, Jakarta. Pertemuan tersebut membahas penguatan hubungan bilateral Indonesia dan Qatar, kerja sama investasi serta persiapan momentum 50 tahun hubungan diplomatik kedua negara.
Seskab Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa dalam pertemuan tersebut, Sultan menyampaikan salam hangat dan apresiasi dari Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani, kepada Prabowo.
"Emir Qatar juga mengapresiasi kepemimpinan Presiden Prabowo dan kemajuan ekonomi Indonesia, khususnya dukungan terhadap program kesehatan, pendidikan, dan makan bergizi," ujar Teddy dalam keterangan Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden, Senin (15/6/2026).
Selain itu, pertemuan juga membahas rencana kunjungan Emir Qatar ke Indonesia pada akhir tahun 2026. Kunjungan tersebut diharapkan menjadi momentum penting dalam memperingati 50 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia dan Qatar.
"Rencana kunjungan Emir Qatar ke Indonesia pada akhir tahun 2026, yang akan menjadi momentum penting peringatan 50 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia dan Qatar," lanjut Seskab.
Pada kesempatan tersebut, Qatar juga menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat investasi di Indonesia. Qatar menyampaikan komitmen investasi senilai USD 4 miliar, serta membuka peluang perluasan investasi di berbagai sektor strategis lainnya.
Komitmen tersebut dinilai kepercayaan Qatar terhadap prospek ekonomi Indonesia sekaligus menjadi bagian dari upaya kedua negara dalam memperluas kemitraan yang saling menguntungkan.
Kerja sama investasi ini diharapkan dapat mendukung agenda pembangunan nasional, memperkuat sektor-sektor strategis, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat kedua negara.
Pertemuan Prabowo dengan Menteri Negara Urusan Luar Negeri Qatar tersebut menegaskan hubungan erat Indonesia dan Qatar yang terus berkembang, tidak hanya dalam bidang diplomatik, tetapi juga ekonomi, investasi, dan kerja sama pembangunan.
(rfs/maa)





