Situbondo (ANTARA) - Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, melaporkan hingga saat ini sebanyak tiga haji yang berasal dari daerah itu meninggal dunia di Tanah Suci Makkah, Arab Saudi.
"Sebelumnya kami sampaikan ada dua haji meninggal, tapi saat ini bertambah satu, sehingga haji asal Situbondo yang meninggal dunia di Makkah menjadi tiga orang," kata Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Situbondo Rif'an Junaidi di Situbondo, Senin.
Tiga orang haji asal Situbondo yang meninggal dunia, yakni H Fathor Rahman (58) warga Dusun Kampung Pesisir, Desa Mlandingan Kulon, Kecamatan Mlandingan, meninggal dunia di hotel pada 29 Mei 2026.
Lalu, Hj Almi Massuya (85) warga Desa Kertosari, Kecamatan Asembagus, meninggal dunia karena sudah lanjut usia (lansia) pada 1 Juni 2026, dan Hj Sovi Wulandari, meninggal dunia pada 4 Juni 2026.
"Tiga jenazah kemudian dishalatkan di Masjidilharam dan dibuatkan sertifikat kematian, lalu dimakamkan oleh petugas haji Arab Saudi," kata Rif'an Junaidi.
Sementara itu, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Pemkab Situbondo Iwan Subhakti menambahkan bahwa pemerintah daerah dan Kementerian Haji dan Umrah setempat saat ini tengah mempersiapkan kepulangan jamaah haji asal daerah itu.
"Pemulangan pertama jamaah haji kelompok terbang 75 di Asrama Haji Surabaya pada tanggal 21 Juni 2026, sedangkan kloter 87, 88, 89, 90 dan kloter 91 pada tanggal 24 Juni 2026," katanya.
Iwan menambahkan, pemerintah daerah setempat memfasilitasi pemulangan jamaah haji dengan menyediakan sebanyak 24 armada bus dan dua bus cadangan.
Sebelumnya, jamaah calon haji Situbondo tercatat 1.000 orang diberangkatkan ke Tanah Suci, Makkah, pada 13 dan 14 Mei 2026.
Baca juga: Menhaj takziah ke rumah jamaah haji Maros yang wafat di tanah suci
Baca juga: Jamaah haji Kloter 08 gabungan Kalsel dan Kalteng tiba di tanah air
Baca juga: Kemenhaj telah kumpulkan catatan untuk evaluasi pelaksanaan haji 2026
"Sebelumnya kami sampaikan ada dua haji meninggal, tapi saat ini bertambah satu, sehingga haji asal Situbondo yang meninggal dunia di Makkah menjadi tiga orang," kata Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Situbondo Rif'an Junaidi di Situbondo, Senin.
Tiga orang haji asal Situbondo yang meninggal dunia, yakni H Fathor Rahman (58) warga Dusun Kampung Pesisir, Desa Mlandingan Kulon, Kecamatan Mlandingan, meninggal dunia di hotel pada 29 Mei 2026.
Lalu, Hj Almi Massuya (85) warga Desa Kertosari, Kecamatan Asembagus, meninggal dunia karena sudah lanjut usia (lansia) pada 1 Juni 2026, dan Hj Sovi Wulandari, meninggal dunia pada 4 Juni 2026.
"Tiga jenazah kemudian dishalatkan di Masjidilharam dan dibuatkan sertifikat kematian, lalu dimakamkan oleh petugas haji Arab Saudi," kata Rif'an Junaidi.
Sementara itu, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Pemkab Situbondo Iwan Subhakti menambahkan bahwa pemerintah daerah dan Kementerian Haji dan Umrah setempat saat ini tengah mempersiapkan kepulangan jamaah haji asal daerah itu.
"Pemulangan pertama jamaah haji kelompok terbang 75 di Asrama Haji Surabaya pada tanggal 21 Juni 2026, sedangkan kloter 87, 88, 89, 90 dan kloter 91 pada tanggal 24 Juni 2026," katanya.
Iwan menambahkan, pemerintah daerah setempat memfasilitasi pemulangan jamaah haji dengan menyediakan sebanyak 24 armada bus dan dua bus cadangan.
Sebelumnya, jamaah calon haji Situbondo tercatat 1.000 orang diberangkatkan ke Tanah Suci, Makkah, pada 13 dan 14 Mei 2026.
Baca juga: Menhaj takziah ke rumah jamaah haji Maros yang wafat di tanah suci
Baca juga: Jamaah haji Kloter 08 gabungan Kalsel dan Kalteng tiba di tanah air
Baca juga: Kemenhaj telah kumpulkan catatan untuk evaluasi pelaksanaan haji 2026





