BEM UI Tanggapi Polda Metro soal STTP Demo, Singgung Mekanisme Pemberitahuan

kompas.com
10 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com – Polda Metro Jaya mengeklaim tidak pernah menerima Surat Tanda Terima Pelaporan (STTP) terkait rencana aksi demonstrasi yang diajukan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menyebut pihak kepolisian telah berupaya melakukan konfirmasi setelah menerima informasi awal, namun tidak mendapatkan respons lanjutan dari pihak terkait.

“Jadi kalau disampaikan melalui WA dan lain-lain terus dikonfirmasi balik tidak menjawab, jadi terkesan hanya sekadar melemparkan isu, tetapi benar tidak siapa yang bertanggung jawab terkait tentang aksi ini,” jelas Budi saat ditemui di Gedung DPR/MPR RI, Senin (15/6/2026).

Baca juga: Setwapres Tanggapi Tuntutan Demo Mahasiswa: Kami Tindak Sesuai Batas Kewenangan

Ia menjelaskan, prosedur pengajuan izin keramaian dan pengamanan seharusnya dilakukan secara resmi melalui kantor Polres Jakarta Pusat atau Polda Metro Jaya agar dapat segera diverifikasi.

Menurut dia, setelah surat diterima, biasanya akan dilakukan rapat internal bersama pihak pengaju untuk memetakan lokasi aksi dan kebutuhan personel pengamanan.

Karena itu, ia menegaskan bahwa surat pemberitahuan idealnya disampaikan maksimal tiga hari sebelum kegiatan berlangsung.

Baca juga: Harapan Cuan di Tengah Demo, Pedagang Justru Hadapi Persaingan Ketat

“Surat pemberitahuan pelaksanaan aksi tersebut disampaikan secara langsung selama kurun waktu sebelum 3x24 jam,” kata dia.

Dengan prosedur tersebut, kepolisian dapat menerbitkan Surat Tanda Terima Pelaporan (STTP) sebagai dasar pengamanan aksi.

Namun, Budi menegaskan hingga aksi selesai, STTP tidak pernah diterbitkan.

“Makanya apabila mereka sudah memang secara resmi menyampaikan, pasti sudah menerima STTP. Bisa enggak menunjukkan STTP yang disampaikan?” ujarnya.

Baca juga: Kenapa Pedagang Selalu Muncul Saat Ada Demo?

Meski demikian, kepolisian tetap mengerahkan personel untuk mengamankan aksi di kawasan Bundaran HI.

Pengamanan tersebut, kata Budi, dilakukan berdasarkan analisis intelijen dan patroli siber yang menemukan adanya ajakan aksi di media sosial.

“Polda Metro Jaya menyiapkan rencana pengamanan ini dari data ataupun analisa intelijen, termasuk dari patroli siber, patroli media sosial yang ada flyer-flyer,” katanya.

Baca juga: Kericuhan Demo Sudirman Dipicu Klaim Pemukulan, Massa Sempat Bakar Ban

Menanggapi hal itu, Ketua BEM UI, Yatalathof Imawan, menegaskan pihaknya tidak pernah diminta melakukan konfirmasi lanjutan setelah mengirim surat pemberitahuan pada aksi-aksi sebelumnya.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

“Biasanya juga cuma kirim via WA kok surat pemberitahuannya,” kata Athof kepada Kompas.com melalui pesan WhatsApp.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kepala Sekolah Ramai Mundur, Disdik Sulsel Ungkap Penyebabnya
• 17 jam lalueranasional.com
thumb
Harga Emas Hari Ini Berpeluang Lanjut Menguat, Simak Prediksinya
• 22 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Satlantas Polres Bogor Siapkan One Way di Jalur Puncak Bogor saat Libur Tahun Baru Islam 2026 Besok
• 18 jam laludisway.id
thumb
Cari Kerja Susah, Pengusaha Sebut Syarat Baru Diterima Kerja di Era AI
• 18 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Pakar Dorong Pelibatan Kantin Sekolah dan UMKM dalam Program MBG
• 20 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.