Indonesia Tegaskan Komitmen Kontrak Impor Migas Jangka Panjang Meski Selat Hormuz Dibuka Kembali

pantau.com
2 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan Indonesia tetap berkomitmen menjalankan kontrak impor minyak dan gas bumi (migas) jangka panjang dengan sejumlah negara meskipun Selat Hormuz dibuka kembali menyusul perkembangan kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran.

Komitmen Impor dan Prioritas Harga Kompetitif

Bahlil menyampaikan bahwa pembukaan kembali jalur pelayaran strategis tersebut tidak mengubah komitmen pemerintah terhadap kontrak impor yang telah disepakati sebelumnya.

“Kalau persoalan impor minyak mentah, sekali pun Selat Hormuz-nya sudah dibuka, tetap kami sudah melakukan kontrak jangka panjang dengan negara-negara lain,” ungkap Bahlil.

Meski demikian, pemerintah tetap membuka peluang untuk mengimpor migas dari kawasan Timur Tengah apabila tersedia penawaran harga yang lebih kompetitif.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, mengatakan pemerintah akan memprioritaskan sumber impor yang memberikan nilai ekonomi terbaik.

“Seperti yang sudah dikatakan Pak Menteri, semua alternatif kalau lebih kompetitif tentu akan diprioritaskan,” ujar Laode.

Terkait proyeksi Indonesian Crude Price (ICP) setelah pembukaan Selat Hormuz, Laode menjelaskan bahwa penetapan harga dilakukan berdasarkan perhitungan bulanan sehingga dampak perkembangan terbaru masih akan dievaluasi.

“Kami lihat dulu seberapa turunnya dengan adanya komitmen damai ini. Dari situ nanti kami hitung dengan formulanya,” kata Laode.

Kesepakatan AS-Iran dan Dorongan Kemandirian Energi

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan kesepakatan perdamaian dengan Iran telah rampung dan Selat Hormuz akan dibuka kembali setelah penandatanganan perjanjian tersebut.

“Kesepakatan dengan Republik Islam Iran kini telah rampung,” tulis Trump.

Trump juga menyatakan, “Dengan ini saya sepenuhnya mengizinkan pembukaan Selat Hormuz tanpa biaya tol, dan, secara bersamaan, mengizinkan pencabutan segera blokade Angkatan Laut AS.”

Ia kemudian menambahkan, “Kapal-kapal dunia, hidupkan mesin kalian. Biarkan minyak mengalir!”

Di sisi lain, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia Muhammad Qodari menegaskan Presiden Prabowo Subianto telah menyiapkan berbagai kebijakan untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap pasokan energi dari luar negeri sejak awal pemerintahannya.

“Bangsa ini harus mandiri. Bangsa ini harus maju. Lepas dari ketergantungan pangan, lepas dari ketergantungan energi. Itu kan semua (usaha) Pak Prabowo,” ungkap Qodari.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Profil Dua Calon Pemain Timnas, Mitchell Lee Baker dan Luke Anthony Vickery
• 7 jam lalurepublika.co.id
thumb
Peringati Hari Donor Darah Sedunia, Wali Kota Mojokerto Ajak Masyarakat Jadikan Donor Darah Gaya Hidup Kemanusiaan
• 20 jam laluberitajatim.com
thumb
Kasus Kuota Haji, Bos Maktour Fuad Hasan Ajukan Penjadwalan Ulang karena Kesehatan Menurun
• 9 jam laluokezone.com
thumb
BPIP Usul Tambahan Anggaran Rp 343 Miliar untuk Bangun Pusdiklat, Fraksi PDI-P Minta Ditunda
• 11 jam lalukompas.id
thumb
Sangbu-Sangjo Pertahanan Ala Korea dan RI: Jet KF-21 Siap Tempur
• 20 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.