Diduga Tunjukan Gestur White Power Sebelum Laga Jerman Vs Curacao, FIFA Buka Suara Kelakuan Wasit Asal Australia 

tvonenews.com
11 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - FIFA akhirnya buka suara atas kelakuan tak wajar wasit asal Australia, Shaun Evans sebelum laga Jerman melawan Curacao di laga perdana Piala Dunia 2026. 

Bertindak sebagai asisten wasit Video Assistant Referee (VAR), Shaun Evans dituding melakukan gestur kontroversial yang dikaitkan dengan simbol kelompok ekstrem kanan atau "White Power".

Insiden tersebut terjadi setelah laga Grup Piala Dunia 2026 antara Jerman melawan Curacao yang berakhir dengan kemenangan telak 7-1 untuk Der Panzer pada Minggu (14/6/2026).

Wasit asal Australia itu terlihat dalam tayangan siaran langsung ketika berada di ruang VAR bersama timnya. Dalam momen tersebut, Evans tampak membuat gestur tangan berbentuk lingkaran dengan ibu jari dan telunjuk, sementara tiga jari lainnya terbuka ke arah bawah.

Menurut laporan The New York Times dan BBC Sport, simbol tersebut dianggap menyerupai kombinasi huruf "P" dan "W" yang dalam beberapa tahun terakhir dikaitkan dengan slogan "White Power" oleh kelompok ekstrem kanan.

FIFA mengaku telah mengetahui adanya insiden tersebut, namun belum memberikan penjelasan lebih lanjut.

Seorang juru bicara FIFA mengatakan bahwa pihaknya menyadari kejadian tersebut, tetapi menolak memberikan komentar tambahan.

Organisasi anti-diskriminasi Fare Network, yang selama ini bekerja sama dengan FIFA dalam isu hak asasi manusia dan kampanye anti-rasisme, menilai gestur tersebut memiliki kemiripan dengan simbol yang digunakan kelompok sayap kanan di berbagai negara.

"Nasihat dari para ahli kami adalah bahwa gestur yang digunakan jelas menyerupai simbol tangan 'OK' terbalik yang digunakan sebagai simbol 'White Power' di kalangan kelompok ekstrem kanan global," demikian pernyataan Fare Network dikutip dari laman People, Selasa (16/6/2026).

Organisasi tersebut bahkan mempertanyakan alasan Evans melakukan gestur tersebut saat mengetahui dirinya sedang tertangkap kamera.

"Mengapa seorang supervisor VAR menggunakan simbol ini pada ajang sepak bola global ketika dia tahu kamera sedang menyorotnya? Satu-satunya penjelasan adalah bahwa dia secara sengaja menyampaikan simbol neo-Nazi sayap kanan," lanjut pernyataan tersebut.

Fare Network juga meminta agar Evans tidak lagi bertugas pada Piala Dunia 2026.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gagal Raih Medali di OWS 2026, PB Akuatik Justru Temukan Harapan Baru untuk Masa Depan Indonesia
• 15 jam laluviva.co.id
thumb
302 Posisi Lowongan Kerja Dibuka Perusahaan BUMN Mandiri Utama Finance Juni 2026, Cek Cara Daftar!
• 21 jam lalutribuntimur.com
thumb
Prabowo Ajak Jerman Investasi Transisi Energi hingga Mobil Listrik
• 23 jam laludetik.com
thumb
Jejak Eddy Tansil: Buronan Legendaris yang Kini Asetnya Terlacak Kejagung
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Italia Menyatakan Siap Dukung Kehadiran Angkatan Laut Internasional demi Menjamin Kebebasan Navigasi di Selat Hormuz
• 16 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.