Laba BTN (BBTN) Capai Rp1,85 Triliun, Tumbuh 54,3 Persen hingga Mei 2026

idxchannel.com
11 jam lalu
Cover Berita

BBTN bersama entitas anak, Bank Syariah Nasional (BSN) membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp1,85 triliun hingga Mei 2026.

Laba BTN (BBTN) Capai Rp1,85 Triliun, Tumbuh 54,3 Persen hingga Mei 2026 (FOTO:Dok BTN)

IDXChannel – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) bersama entitas anak, Bank Syariah Nasional (BSN) membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp1,85 triliun hingga Mei 2026 atau meningkat 54,37 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp1,19 triliun.

Berdasarkan laporan keuangan bulanan konsolidasi BTN, pendapatan bunga bersih (Net Interest Income/NII) tercatat sebesar Rp7,13 triliun hingga Mei 2026 atau tumbuh 15,15 persen yoy dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp6,19 triliun.

Baca Juga:
Wall Street Ditutup Menguat Didorong Kesepakatan Perdamaian Awal AS dan Teheran

Pertumbuhan kinerja BTN secara konsolidasi tersebut juga didukung oleh peningkatan penyaluran kredit dan pembiayaan. Hingga Mei 2026, total kredit dan pembiayaan konsolidasi mencapai Rp403,06 triliun atau tumbuh 9,97 persen yoy dibandingkan Mei 2025 sebesar Rp366,52 triliun.

Sementara itu, total dana pihak ketiga (DPK) konsolidasi BTN tercatat mencapai Rp433,95 triliun atau meningkat 9,09 persen yoy dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp397,78 triliun.

Selain itu, BTN juga berhasil menjaga pertumbuhan profitabilitas operasional. Hingga Mei 2026, laba operasional konsolidasi tercatat sebesar Rp2,39 triliun atau tumbuh 58,37 persen yoy dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,51 triliun.

Adapun pre provision operating profit (PPOP) BTN Group mencapai Rp3,98 triliun hingga Mei 2026 atau meningkat 20,07 persen yoy dibandingkan Mei 2025 sebesar Rp3,31 triliun.

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu sebelumnya mengatakan pencapaian kinerja positif tersebut menunjukkan fundamental bisnis BTN tetap solid di tengah dinamika ekonomi global. Menurut Nixon, sektor perumahan masih memiliki ruang pertumbuhan yang besar karena rumah merupakan kebutuhan utama masyarakat.

“Rumah bukan sekadar aset investasi, tetapi merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Selama masyarakat membutuhkan tempat tinggal yang layak, kebutuhan terhadap pembiayaan perumahan akan terus ada. Karena itu, BTN optimistis sektor perumahan tetap menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Nixon Selasa (16/6/2026).

Tahun ini, BTN juga disebutkan akan terus memperkuat ekosistem perumahan nasional melalui transformasi bisnis dan inovasi layanan untuk menjawab kebutuhan masyarakat, baik dari sisi kepemilikan rumah maupun layanan keuangan pendukung lainnya.

(kunthi fahmar sandy)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Megawati Tegaskan Prabowo Bukan Musuh: Itu Teman Saya
• 18 jam lalurctiplus.com
thumb
Polisi Tembak Mati Bocah 10 Tahun, Pemerintah Buka Suara
• 6 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Saat Cinta Ditolak, Calon Mertua Disergap...
• 10 jam lalukompas.com
thumb
Pengolahan Limbah Kepala Ikan Tongkol Bisa Kurangi Sampah Organik hingga Jutaan Ton
• 12 jam lalukompas.com
thumb
Fenomena Warga Ramai-Ramai Murtad Buat Menghindari Pajak
• 7 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.